Generasi milenial dan Gen Z menunjukkan perbedaan signifikan dalam merancang pesta pernikahan. Perbedaan ini dipengaruhi oleh karakteristik, gaya hidup, dan sudut pandang masing-masing generasi.
Pergeseran tren ini mencakup pemilihan lokasi acara, penyusunan daftar tamu, hingga penentuan tema resepsi.
>>> Pria di Pati Jadi Tersangka Usai Bakar Rumah Orang Tua Karena Tak Diberi Uang
Perbedaan Pemilihan Venue dan Daftar Tamu
Pemilik King James Wedding Organizer, Gatot, menjelaskan bahwa milenial umumnya masih mengutamakan standar perayaan formal dengan memilih venue ballroom yang luas.
Sebaliknya, Gen Z lebih memprioritaskan ruang alternatif yang mendukung suasana akrab. Bangunan berarsitektur khusus seperti glasshouse atau restoran kini menjadi opsi yang diminati.
Pemilihan venue unik ini berkaitan erat dengan penentuan daftar tamu. Gen Z cenderung membatasi undangan hanya untuk keluarga inti dan sahabat terdekat agar acara lebih privat.
Social Media and Content Lead Bridestory, Noel Monique, menambahkan bahwa konsep intimate kini menjadi hal yang lumrah bagi Gen Z, berbeda dengan pandangan sebelumnya.
Perubahan Alur Acara dan Interaksi Pengantin
Pendiri FIOR Organizer, Vini, menuturkan bahwa milenial masih mempertahankan struktur acara yang berurutan, termasuk sesi bersalaman di pelaminan.
Pengantin milenial cenderung menghabiskan waktu lebih lama di pelaminan untuk bersalaman dan berfoto. Mereka juga mengandalkan panitia untuk urusan makan.
Sementara itu, banyak pengantin Gen Z meniadakan antrean salaman di pelaminan. Mereka lebih memilih untuk berbaur langsung dengan tamu sejak awal acara.
>>> Logitech Rilis Mouse Wireless Mobi Fold yang Bisa Dilipat
Gatot menambahkan, Gen Z tidak suka dipajang di pelaminan dan lebih menikmati momen mengobrol serta menyapa tamu secara langsung.
Beberapa pasangan Gen Z bahkan memilih menyederhanakan alur pernikahan secara ekstrem, seperti hanya mengadakan sesi pemberkatan tanpa resepsi lanjutan.
Estetika Dekorasi dan Personalisasi Hiburan
Estetika dan dekorasi menjadi poin pembeda lainnya.
Gen Z menuntut sentuhan personal yang kuat di setiap sudut ruangan untuk mencerminkan kisah cinta atau hobi mereka.
Noel menyebutkan, Gen Z menyukai sesuatu yang tidak template, tidak sama, dan tidak monoton. Contohnya adalah cermin Instagramable dengan ilustrasi pengantin atau hiasan bunga.
Vini menambahkan, Gen Z berani menerapkan konsep tematik yang totalitas, bahkan menyisipkan permainan di tengah resepsi, seperti kompetisi golf pada pernikahan yang pernah ditanganinya.
>>> ITB Buka Pendaftaran Beasiswa S2 Kecerdasan Artifisial, Daftar Hingga 15 Juni 2026
Sebaliknya, milenial lebih mengedepankan pakem dalam elemen dekoratif. Mereka cenderung berpegang pada konsep dasar yang elegan dengan pilihan warna netral.