Militer Israel melancarkan serangan udara ke benteng Hizbullah di Beirut selatan, Lebanon, setelah mendeteksi tembakan roket.
Serangan ini merupakan balasan atas tembakan yang diarahkan ke wilayah Israel pada pagi hari.
>>> Jerman Ungguli Curacao 3-1 di Babak Pertama Pertandingan
Pasukan Pertahanan Israel menyatakan bahwa operasi udara tersebut menargetkan basis Hizbullah di Beirut selatan. Langkah ini diambil sebagai tanggapan langsung atas tembakan yang dilepaskan Hizbullah ke wilayah Israel.
Dampak dari serangan tersebut terlihat pada kerusakan parah sebuah gedung apartemen di lingkungan Dahiyeh, yang dikenal sebagai benteng Hizbullah.
Operasi militer di Beirut ini merupakan yang pertama sejak pekan lalu.
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, sebelumnya sempat mengecam keras penyerangan yang diarahkan ke wilayah negaranya beberapa waktu lalu.
Ia menegaskan bahwa Israel tidak akan mengizinkan penembakan di wilayahnya dan akan bertindak sesuai dengan itu.
>>> IPIM Gelar Seminar Nasional Persiapan Konferensi Imam Besar Internasional 2026
Awal bulan ini, Amerika Serikat telah memediasi kesepakatan gencatan senjata baru antara Israel dan Lebanon.
Dalam perjanjian tersebut, Israel berkomitmen untuk tidak menargetkan Beirut dengan syarat Hizbullah tidak menyerang warga sipil Israel. Namun, Hizbullah dilaporkan menolak kesepakatan baru itu.
Laporan dari Al Jazeera menyebutkan adanya korban jiwa dalam serangan terbaru ini.
Badan Pertahanan Sipil Lebanon mengonfirmasi telah menemukan tiga jenazah setelah rudal Israel menghantam daerah Ghoebeiry di pinggiran selatan Beirut.
>>> Megawati Resmikan Renovasi Istana Gebang Blitar
Proses evakuasi dan pembersihan lokasi kejadian hingga kini masih terus berjalan. Insiden ini juga mengakibatkan 15 orang terluka serta memicu kerusakan signifikan pada bangunan dan toko-toko di sekitarnya.