Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyambut baik kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang diumumkan pada Senin (15/6/2026).
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menilai langkah ini sebagai titik penting untuk mengakhiri konflik di kawasan Timur Tengah.
>>> Belanda vs Jepang Imbang 2-2 di Laga Perdana Grup F Piala Dunia 2026
Gencatan senjata permanen serta pembukaan kembali Selat Hormuz menjadi poin utama yang diapresiasi oleh PBB.
"Sekretaris Jenderal berharap bahwa pihak-pihak terkait akan memanfaatkan momentum baru ini dan melipatgandakan upaya mereka menuju penyelesaian akhir konflik," kata Stephane Dujarric, juru bicara Sekretaris Jenderal PBB.
Pengumuman Trump dan Respons Internasional
Presiden AS Donald Trump mengumumkan kesepakatan damai tersebut dan menyatakan blokade militer Angkatan Laut AS di Selat Hormuz telah dihentikan.
>>> Tiyo Ardianto Temukan Alat Pelacak di Mobil Usai Demo Gejayan
"Dengan ini saya sepenuhnya mengizinkan pembukaan Selat Hormuz tanpa biaya tol, dan, secara bersamaan, mengizinkan pencabutan segera blokade Angkatan Laut Amerika Serikat," tulis Trump di media sosial.
Trump juga menegaskan kelancaran distribusi minyak dunia dengan pernyataan, "Kapal-kapal di dunia, nyalakan mesin Anda. Biarkan minyak mengalir!"
>>> Donald Trump Gelar UFC Freedom 250 di Gedung Putih
Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif menjadi pihak pertama yang mengabarkan kesepakatan ini. Kedua negara dijadwalkan menandatangani dokumen perjanjian damai secara resmi pada 19 Juni mendatang.