Pengguna perangkat Android diimbau untuk segera memeriksa aplikasi yang terpasang di ponsel mereka. Hal ini penting untuk menghindari potensi kerugian materi dan pencurian data pribadi.
Sejumlah aplikasi yang tampak normal diduga kuat menjalankan aktivitas berbahaya secara tersembunyi di latar belakang sistem.
>>> IHSG Menguat ke 6.007, Lonjakan Saham AMMN dan BBCA Jadi Penopang
Peringatan ini muncul setelah peneliti keamanan menemukan aplikasi Android yang terlibat dalam penipuan iklan, penyalahgunaan data pribadi, hingga pendaftaran layanan berbayar ilegal.
Beberapa dari aplikasi berbahaya ini sempat tersedia secara resmi di Google Play Store dan telah diunduh oleh jutaan pengguna sebelum akhirnya dihapus.
Modus operandi pelaku umumnya sederhana.
Aplikasi jahat ini menyamar sebagai perangkat lunak yang berguna, seperti pemindai dokumen, pengunci aplikasi, wallpaper, atau utilitas sederhana lainnya.
Setelah terpasang, aplikasi tersebut langsung mengeksekusi aktivitas rahasia tanpa disadari oleh pemilik ponsel.
Salah satu kasus yang terungkap adalah aplikasi yang mampu mendaftarkan pengguna ke layanan berlangganan berbayar tanpa izin.
Malware yang beroperasi ini dikenal sebagai Joker, yang termasuk dalam kategori fleeceware. Fleeceware membebankan biaya langganan mahal untuk layanan yang minim manfaat bagi pengguna.
>>> Ayyoub Bouaddi Jadi Incaran Klub Top Eropa Usai Debut Gemilang di Piala Dunia
Meskipun Google telah menghapus aplikasi-aplikasi tersebut dari Play Store, pengguna yang sudah mengunduhnya harus menghapusnya secara mandiri.
Penghapusan dari toko aplikasi resmi tidak secara otomatis menghilangkan program berbahaya tersebut dari perangkat.
Selain menghapus aplikasi, pengguna juga disarankan untuk memeriksa daftar langganan aktif pada akun Google Play mereka guna memastikan tidak ada tagihan siluman.
Google terus berupaya meningkatkan sistem keamanan pada ekosistem Android dan toko aplikasinya. Melalui pembaruan Android terbaru, fitur Play Protect diperkuat dan sistem peringatan dini baru diluncurkan.
Sistem baru ini berfungsi memberikan notifikasi jika ada aplikasi yang telah dihapus dari Play Store atau tidak lagi menerima dukungan keamanan.
Namun, pakar keamanan mengingatkan bahwa program berbahaya masih berpotensi lolos ke toko resmi dengan taktik penyamaran.
>>> Kebijakan Ekspor Tunggal DSI Ubah Strategi Pasar Komoditas Global
Masyarakat disarankan untuk selalu memeriksa ulasan aplikasi, memperhatikan izin akses yang diminta, dan menghindari instalasi dari sumber tidak resmi.