⌂ Beranda News Ducati Akui Kesulitan Hadapi Awal Musim MotoGP 2026

Ducati Akui Kesulitan Hadapi Awal Musim MotoGP 2026

Ducati Akui Kesulitan Hadapi Awal Musim MotoGP 2026
Tim Ducati di garasi MotoGP 2026
A A Ukuran Teks16px

Manajer Ducati Davide Tardozzi mengakui pihak manajemen tidak menyangka awal kompetisi MotoGP 2026 akan berjalan penuh hambatan bagi tim Borgo Panigale.

Kondisi tersebut berbanding terbalik dengan optimisme tinggi setelah hasil positif dalam tes pramusim di Sepang, Malaysia.

>>> Masyarakat Muslim Sambut Tahun Baru Islam 1448 H Lewat Media Sosial

Saat tes di Sepang, lima unit motor Desmosedici mendominasi posisi enam besar. Namun, rival Aprilia melakukan peningkatan performa masif hingga sesi akhir di Buriram, Thailand.

Dominasi awal musim direbut Aprilia melalui Marco Bezzecchi yang memenangi tiga grand prix pembuka, sementara Jorge Martin mengamankan kemenangan sesi Sprint.

Ducati memasuki rangkaian seri Eropa dengan catatan kurang memuaskan karena hanya mengantongi satu kemenangan Sprint.

"Jujur, iya. Karena setelah Sepang saya sangat yakin ini akan menjadi musim yang bagus untuk kami.

Bukan mimpi buruk seperti yang terjadi pada beberapa balapan pertama," kata Tardozzi.

Pihak Ducati tetap memberikan penghormatan terhadap kemajuan pesat yang diperlihatkan tim kompetitor setelah jeda tes pramusim.

"Tapi kami harus memberikan apresiasi kepada mereka karena membuat kemajuan besar antara Sepang dan Thailand. Salut untuk mereka," kata Tardozzi.

Langkah bangkit Ducati sempat menemui kendala tambahan akibat proses pemulihan cedera lengan kanan Marc Marquez yang terhambat masalah saraf radial terjepit.

"Setelah itu kami mulai bekerja.

Gigi melakukan pekerjaan yang bagus bersama para insinyur dan saya pikir kami berhasil memangkas sedikit jarak," kata Tardozzi.

>>> Distribusi BYD Atto 1 Anjlok ke 28 Unit pada Mei 2026

Pekerjaan keras para teknisi mulai membuahkan hasil lewat kemenangan perdana yang dipersembahkan Alex Marquez di Sirkuit Jerez, Spanyol.

"Menurut saya masih belum cukup. Tapi dengan pebalap yang kami miliki, saya rasa kami mulai lebih mendekat," kata Tardozzi.

Tren positif Ducati berlanjut saat Fabio Di Giannantonio menang di Catalunya, disusul podium pertama Francesco Bagnaia ketika Marc Marquez absen operasi.

Marquez kemudian kembali membalap di Sirkuit Mugello untuk finis ketujuh, sebelum tampil dominan meraih pole position, kemenangan Sprint, dan balapan utama di Balaton Park, Hongaria.

"I still think it is very difficult for him. Pole position, win, win, does not mean he is 100%.

He is not 100%," ujar Tardozzi.

Manajemen Ducati memperkirakan pemulihan total Marquez masih membutuhkan waktu setidaknya satu hingga dua bulan ke depan.

"Our target is to make sure he recovers fully from his injury and that will take at least another month, maybe even two months," ujar Tardozzi.

Meskipun berhasil menipiskan jarak perolehan poin di papan klasemen, manajemen Ducati menilai persaingan juara dunia musim ini masih sangat dinamis.

"Kami mengalami nasib buruk di awal musim. Kami tahu dari total 44 balapan akan ada hasil dan situasi yang berbeda di setiap akhir pekan.

>>> TikTok Rajai Media Sosial Indonesia 2026 Meski Pengguna Menyusut

Kita lihat nanti," kata Tardozzi.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru