Meta secara terbuka mengonfirmasi bahwa penggunaan kecerdasan buatan (AI) untuk mempersonalisasi feed Instagram menjadi motor utama di balik lonjakan tajam waktu yang dihabiskan pengguna di platform tersebut.
Dalam earning call laporan pendapatan kuartal kedua (Q2) 2026, Meta mengungkapkan bahwa pembaruan sistem peringkat (ranking) Reels terbaru mereka—yang diklaim sebagai pembaruan terbesar hingga saat ini—berhasil mendorong peningkatan sesi penggunaan Instagram sebesar 15 basis poin.
>>> Panasonic Produksi AC Floor Standing PB5 di RI, TKDN Tembus 41,25%
Selain itu, angka pembagian ulang konten juga meningkat signifikan, menandakan bahwa aplikasi kini jauh lebih pintar dalam menyajikan tontonan yang memang dicari oleh pengguna.
Algoritma AI yang Lebih Personal
Chief Financial Officer (CFO) Meta, Susan Li, menjelaskan kepada para investor bahwa algoritma AI ini dirancang secara spesifik untuk melacak jenis video yang ditonton audiens, lalu merekomendasikan konten serupa guna membuat mereka terus terpaku pada layar.
Menurut Li, algoritma baru ini tidak hanya menawarkan tingkat personalisasi yang belum pernah ada sebelumnya, tetapi juga memungkinkan Instagram untuk menonjolkan konten-konten segar.
Model AI terbesar mereka kini mampu mengidentifikasi video Reels berkualitas tinggi tepat saat konten tersebut baru saja diunggah.
Hasilnya, lebih dari 50% konten yang direkomendasikan di feed pengguna kini berusia kurang dari satu hari, jumlah yang melonjak lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun lalu.
Selama kuartal tersebut, Meta juga mulai mengerahkan keluarga model bahasa besar (LLM) terbaru mereka, "Muse", untuk mengklasifikasikan konten berdasarkan topik dan nuansa (tone) dengan lebih akurat.
>>> Indonesia Vs Vietnam: Garuda Tak Berkutik, Jadi Lumbung Gol!
Saat ini, perusahaan sedang sibuk mengembangkan algoritma rekomendasi generasi berikutnya yang dirancang untuk mengoptimalkan baik konten organik maupun iklan bertarget secara bersamaan.
