Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melonjak 5,03 persen ke level 6.309 pada akhir perdagangan sesi pertama, Senin (15/6/2026).
Sentimen positif dari perkembangan geopolitik global menjadi pendorong utama. Kabar tercapainya perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran memicu minat beli investor di pasar saham domestik.
>>> Aldi Satya Mahendra Rebut Podium Ketiga WorldSSP Misano
Penguatan indeks terjadi secara merata di seluruh sektor. Saham-saham berbasis komoditas tampil sebagai penggerak utama dalam reli kali ini.
PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) memimpin penguatan dengan kenaikan 24,5 persen. Disusul PT Bumi Resources Tbk (BUMI) yang melonjak 17,8 persen.
PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) ikut menguat 15,7 persen. Selain komoditas, saham perbankan berkapitalisasi besar juga mengalami reli.
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) tercatat naik 7,6 persen.
PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) menguat 5 persen, dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) bertambah 4,2 persen.
Kenaikan ini mendorong seluruh indeks sektoral berada di zona hijau. Sektor bahan baku dan energi menjadi dua sektor dengan kenaikan tertinggi.
>>> IHSG Melaju Positif ke Level 6.216,07 Usai Kepercayaan Pasar Menguat
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG dibuka di area 6.118,73. Indeks langsung bergerak menguat sepanjang sesi pertama.
Indeks sempat menyentuh level tertinggi 6.313,80. Sedangkan posisi terendah berada di level 6.118,08.
Tekanan beli dominan terlihat di hampir seluruh lini pasar. Sebanyak 660 saham menguat, 86 saham melemah, dan 70 saham stagnan.
Aktivitas transaksi di bursa terpantau ramai.
Volume perdagangan mencapai 33,26 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 17,20 triliun dari 1,93 juta kali transaksi.
>>> Spanyol Hadapi Cape Verde di Piala Dunia 2026 Tanpa Lamine Yamal
Kapitalisasi pasar BEI melonjak menjadi Rp 11.043,89 triliun seiring penguatan indeks. Optimisme pasar juga tecermin di bursa Asia yang bergerak menguat setelah kabar perdamaian AS-Iran.