Direktorat Jenderal Bea dan Cukai memastikan penundaan rekrutmen pegawai baru dalam waktu dekat. Hal ini terjadi meski instansi tersebut tengah mengalami kekurangan sumber daya manusia di lapangan.
Keputusan tersebut diambil karena Bea Cukai harus menunggu proses seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) secara nasional.
>>> BYD Luncurkan Dolphin G DM-i, Hatchback PHEV Eksklusif untuk Eropa
Demikian disampaikan Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Djaka Budi Utama, di kompleks Parlemen DPR RI pada Senin (15/6/2026).
"Ya kita sama-sama ini (menunggu), sama-sama rekrut yang lain gitu, jadi tidak secara terpisah (bea cukai aja), tetapi kita akan bersama dengan sistem nasional," kata Djaka.
Saat ini, koordinasi sedang berjalan antara pihak kementerian dan Badan Kepegawaian Nasional (BKN). Tujuannya untuk menyelaraskan kebutuhan tenaga kerja dengan regulasi yang berlaku.
"Mungkin kita masih koordinasi ya dengan BKN, karena kita tidak bisa tidak lepas dari sistem nasional yang sudah berlaku," tambah Djaka.
Pernyataan ini sekaligus mengklarifikasi rencana pemenuhan tenaga teknis lapangan yang sebelumnya sempat diwacanakan oleh pimpinan kementerian.
>>> Bali Jadi Rute Utama Pasar Gelap Perdagangan Burung Liar Ilegal
Pemenuhan kebutuhan pegawai untuk posisi pengawasan di pelabuhan dan bandara dinilai sangat mendesak.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sempat mengumumkan rencana pembukaan lowongan kerja khusus bagi lulusan SMA. Langkah ini untuk memperkuat lini pengawasan komoditas masuk dan keluar.
"Kalau di Keuangan sendiri kita tidak lama seperti saya billing dulu kan buka di Bea Cukai 300 lulusan SMA.
Karena saya perlu orang juga yang level pekerjanya betul-betul di level teknis di lapangan. Mungkin bulan depan dibuka," ujar Purbaya di Kementerian Keuangan pada Selasa (7/4/2026).
>>> DPR Minta BPIP Tunda Anggaran Pusat Diklat Rp343 Miliar
Meski demikian, hingga saat ini Bea Cukai belum membuka rekrutmen secara mandiri. Instansi tersebut masih menunggu sistem seleksi nasional yang berlaku.