>>> Real Madrid Resmi Tunjuk Kembali Jose Mourinho Sebagai Pelatih Kepala
Dan saya coba untuk mempertahankan posisi di last sector sampai di finish line karena saya rasa motor saya cukup kuat di trek lurus.
Jadi saya coba untuk memanfaatkan itu," kata Ramadhipa.
Keunggulan performa motor di lintasan lurus berhasil dieksekusi sempurna, membuatnya mampu menepis tekanan rival dan menyentuh garis finis di urutan terdepan.
Bendera Merah Putih pun berkibar di Estoril diiringi lagu Indonesia Raya.
Kunci Sukses: Fisik dan Mental Prima
Sengitnya pertarungan di kelas Moto3 Junior menguras fisik dan menguji mentalitas pebalap.
Ramadhipa mengakui bahwa tensi tinggi di lintasan saat wheel-to-wheel fight kerap membuat detak jantung melonjak drastis. Ketenangan menjadi kunci utama agar tetap fokus.
"Cara untuk mengatasi pressure saat misalkan kalau lagi fight seperti itu, heart rate-nya pasti tinggi. Coba untuk tetap bernafas agar bisa berpikir dengan jernih," ungkapnya.
Selain kematangan mental, kesiapan fisik prima yang ditempanya sebelum musim bergulir menjadi faktor pembeda. "Latihan fisik itu sangat penting di Moto3 ini.
Saya merasa terbantu, berlatih lebih keras dari sebelumnya karena saya tahu musim ini pasti tidak mungkin lebih mudah dari musim kemarin.
Jadi winter camp kemarin dimulai lebih awal, persiapannya lebih matang," kata Ramadhipa.
Dengan tambahan 25 poin berharga dari Estoril, Ramadhipa kini mengoleksi total 51 poin.
>>> Google Tambal Celah Keamanan Android Berbahaya yang Aktif Dieksploitasi
Hasil ini membuatnya melesat ke posisi kedua klasemen sementara Moto3 Junior World Championship 2026, hanya terpaut 7 angka dari sang pemuncak klasemen.