⌂ Beranda News Adidas Trionda: Bola Piala Dunia 2026 Wajib Diisi Daya Sebelum Laga

Adidas Trionda: Bola Piala Dunia 2026 Wajib Diisi Daya Sebelum Laga

Adidas Trionda: Bola Piala Dunia 2026 Wajib Diisi Daya Sebelum Laga
Bola resmi Piala Dunia 2026 Adidas Trionda
A A Ukuran Teks16px

Bola resmi untuk turnamen Piala Dunia 2026, yang diberi nama Trionda, memiliki karakteristik unik yang mengharuskan pengisian daya sebelum digunakan di lapangan.

Kebutuhan pengisian daya ini bukan karena komponen mekanis atau elektronik yang rumit, melainkan karena Trionda dilengkapi chip sensor pintar.

>>> Harga Bitcoin Lonjak ke US$66.281 pada 16 Juni 2026

Chip sensor gerak berfrekuensi 500 Hz ini mampu mendokumentasikan koordinat posisi, kecepatan, arah pergerakan, rotasi, hingga momen sentuhan secara real-time.

Seluruh data yang terekam kemudian ditransmisikan langsung ke pusat sistem Video Assistant Referee (VAR) untuk mempermudah keputusan wasit.

Penyempurnaan Teknologi VAR

Penerapan chip elektronik dalam sepak bola telah dirintis FIFA sejak Piala Dunia 2022 Qatar dengan bola Al Rihla, yang mendukung sistem offside semi-otomatis.

Pada Piala Dunia 2026, Trionda mengalami penyempurnaan signifikan dengan peningkatan akurasi sensor dan integrasi mendalam bersama Connected Ball Technology FIFA.

Chip ini mampu menganalisis sentuhan, mengidentifikasi waktu operan secara presisi, dan mempercepat durasi peninjauan VAR.

Keberadaan sensor aktif ini memicu kebutuhan pasokan energi dari baterai terintegrasi, sehingga Trionda wajib diisi daya sebelum digunakan.

Presiden FIFA Gianni Infantino memperkenalkan Trionda di New York pada Jumat (3/10/2025) WIB. Desain visualnya terinspirasi dari tiga negara tuan rumah: Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada.

Sensor internal Trionda menangkap momen kontak kaki pemain dengan bola, lalu datanya dipadukan dengan rekaman kamera pelacak pemain.

>>> Virgil van Dijk Kritik Aturan Jeda Minum FIFA di Piala Dunia 2026

Penggabungan data ini mempermudah VAR mengonfirmasi waktu bola bergulir, identitas pemain yang kontak, serta mendeteksi offside, handball, dan sentuhan ganda.

FIFA meyakini teknologi ini dapat memangkas durasi pengambilan keputusan dan meminimalkan kekeliruan manusia.

Komponen sensor memiliki bobot sekitar 14 gram, dengan kapasitas baterai yang mampu menyuplai daya hingga enam jam pemakaian aktif.

Setelah durasi operasional habis, baterai harus diisi daya kembali sebelum didistribusikan untuk pertandingan berikutnya.

Inovasi Struktur Empat Panel

Selain keunggulan digital, Trionda membawa terobosan fisik dengan hanya menggunakan empat panel, jumlah minimal sepanjang sejarah bola Piala Dunia.

Keempat panel ini disatukan menggunakan metode perekat thermal bonding.

Desain minimalis ini diklaim mendatangkan stabilitas tinggi pada lintasan bola, mengoptimalkan kontrol pemain, dan menekan penyerapan air di lapangan basah.

Nama "Trionda" merupakan kombinasi "tri" (tiga negara tuan rumah) dan "onda" (gelombang dalam bahasa Spanyol).

>>> Sukamta Sambut Baik Kesepakatan Damai AS dan Iran, Dorong Stabilitas Global

Visualnya mengintegrasikan lambang identitas nasional ketiga negara tuan rumah: bintang, daun maple, dan burung elang.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru