⌂ Beranda News Harga Bitcoin Lonjak ke US$66.281 pada 16 Juni 2026

Harga Bitcoin Lonjak ke US$66.281 pada 16 Juni 2026

Harga Bitcoin Lonjak ke US$66.281 pada 16 Juni 2026
Grafik harga Bitcoin dan Ethereum turun pada 9 Juni 2026
A A Ukuran Teks16px

Aset kripto Bitcoin menunjukkan performa positif dengan kenaikan signifikan pada Selasa, 16 Juni 2026. Komoditas digital ini berhasil mempertahankan posisinya di zona hijau setelah sempat berfluktuasi.

Menurut data dari coinmarketcap. com, harga Bitcoin melonjak 0,96 persen dalam 24 jam terakhir hingga pukul 08.03 WIB.

>>> Virgil van Dijk Kritik Aturan Jeda Minum FIFA di Piala Dunia 2026

Mata uang kripto utama ini juga mengalami kenaikan 0,12 persen dalam satu jam terakhir.

Dalam akumulasi sepekan terakhir, nilai Bitcoin menguat 5,74 persen, menyentuh angka 66.281,73 dollar AS.

Angka ini setara dengan Rp 1,173 miliar dengan asumsi kurs Rp 17.709 per dollar AS.

Penguatan ini turut mendongkrak kapitalisasi pasar Bitcoin menjadi 1,27 triliun dollar AS atau sekitar Rp 23,367 triliun.

Rata-rata pertumbuhan nilai Bitcoin dalam 24 jam terakhir tercatat sebesar 1,35 persen.

Sebelumnya, pada Senin, 15 Juni 2026, pergerakan harian aset digital ini sempat merosot ke level 65.479,69 dollar AS.

Namun, tren berbalik menjadi bullish dalam empat jam kemudian, melesat ke posisi 66.858,67 dollar AS.

>>> Sukamta Sambut Baik Kesepakatan Damai AS dan Iran, Dorong Stabilitas Global

Bitcoin dinilai memuaskan karena mampu bertahan di atas level 66.000 dollar AS.

Pergerakan pasar mengindikasikan aset ini berpotensi kembali ke level sebelum konflik geopolitik, yaitu kisaran 70.000 dollar AS.

Faktor Pendorong Penguatan Bitcoin

Katalis utama penguatan Bitcoin berasal dari meredanya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran.

Kesepakatan damai yang diumumkan pada 15 Juni 2026 berhasil menurunkan harga minyak dunia dan meredam kekhawatiran inflasi.

De-eskalasi situasi ini memberikan stimulus positif bagi pertumbuhan aset berisiko.

Pengumuman kesepakatan final untuk membuka kembali Selat Hormuz, yang disampaikan langsung oleh Presiden Trump, memicu penurunan harga minyak mentah Brent.

Dampak lanjutannya adalah berkurangnya kekhawatiran pelaku pasar terhadap inflasi dan penurunan tekanan imbal hasil obligasi pemerintah.

>>> Prancis Hadapi Senegal di Laga Perdana Piala Dunia 2026

Hal ini memperkuat posisi Bitcoin di tengah pergeseran psikologis pasar dari rasa takut menuju optimisme.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru