⌂ Beranda News Sokonindo Automobile Terus Tambah Investasi di Indonesia

Sokonindo Automobile Terus Tambah Investasi di Indonesia

Sokonindo Automobile Terus Tambah Investasi di Indonesia
Pabrik PT Sokonindo Automobile di Cikande, Banten
A A Ukuran Teks16px

PT Sokonindo Automobile tetap berkomitmen memperkuat investasi di Indonesia meskipun persaingan pasar otomotif domestik semakin ketat.

Perusahaan asal China ini percaya terhadap potensi pasar nasional, terutama pada segmen kendaraan listrik di masa depan.

>>> Prabowo Sebut Kunjungan Presiden Jerman Sangat Penting bagi Indonesia

Keyakinan terhadap prospek jangka panjang menjadi landasan utama bagi perusahaan untuk terus memperluas kapasitas produksi sejak awal kedatangannya.

Langkah ini diambil meskipun volume penjualan domestik saat ini masih dalam skala kecil dibandingkan kompetitor besar.

Direktur Utama PT Sokonindo Automobile Alexander Barus menjelaskan bahwa struktur pendapatan perusahaan ditopang oleh dua pilar utama, yakni pasar lokal dan ekspor.

"Dari mana pemasukan kita? Pasar domestik, pasar ekspor.

Mungkin beda dengan pabrikan yang lain. Kami investasi itu 150 juta dollar AS (sekitar Rp 2,1 triliun, kurs rupiah pada 2017).

Belum ada pemasukan di pabrik Cikande. Tapi dengan keyakinan itu kita bisa lakukan," kata Alexander di Jakarta.

Pabrikan otomotif asal China ini tercatat sebagai salah satu pemain awal yang menanamkan modal dan membangun fasilitas manufaktur di tanah air.

Chief Operating Officer PT Sokonindo Automobile Franz Wang memaparkan bahwa pemutakhiran sistem dan penambahan investasi pada fasilitas produksi di Cikande, Banten, dilakukan secara konsisten setiap tahun sejak operasional perdana.

"Kita salah satu yang pertama investasi 2017. Setiap tahun ada investasi dan upgrade," ujar Franz.

Pada masa awal operasional, strategi produksi manufaktur difokuskan untuk merakit kendaraan konvensional bermesin pembakaran internal atau internal combustion engine (ICE).

Kendaraan tersebut dialokasikan untuk memenuhi permintaan konsumen di dalam negeri sekaligus pasar ekspor.

>>> Polres Jakarta Pusat Tangkap 14 Pengedar Obat Keras Ilegal, Sita Ribuan Butir

Transisi Menuju Era Kendaraan Energi Baru

Seiring dengan pergeseran tren global ke arah ramah lingkungan, perusahaan mulai mengalihkan fokus bisnis ke segmen New Energy Vehicle (NEV).

Proses transformasi teknologi dari kendaraan konvensional menuju elektrifikasi ini diterapkan secara bertahap di Indonesia.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru