Ketua DPP PDI Perjuangan Deddy Sitorus memberikan tanggapan terkait rencana mantan Presiden Joko Widodo bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Menurut Deddy, langkah politik tersebut bukanlah hal baru. Ia mengingat bahwa Jokowi sudah lama terlibat dalam membesarkan PSI.
>>> ESDM Usul Kenaikan Volume Solar Subsidi pada RAPBN 2027
"Memangnya dari dulu dia tidak di PSI, kan anaknya sudah Ketua Umum, dan sebelum itu dia membesarkan PSI dengan merekrut orang-orangnya di pemerintahan dan BUMN," kata Deddy kepada wartawan, Senin (15/6/2026).
Deddy menegaskan bahwa hubungan keanggotaan antara PDIP dengan Jokowi telah berakhir. "Bagi kami, urusan dengan Jokowi sudah selesai, sudah dipecat dari keanggotaan partai.
Jadi dia mau pakai jaket partai apa pun, itu urusan Jokowi," ujarnya.
Ia juga menyoroti upaya PSI yang disebut membujuk kader PDIP untuk pindah partai. Deddy mengaku terus mengawasi gerakan tersebut di berbagai daerah.
"Menurut info yang saya dengar, bahkan rata-rata ditawari bantuan material yang lumayan. Tidak tahu kebenarannya.
>>> Dishub DKI Tiadakan Ganjil Genap saat Libur Tahun Baru Islam 16 Juni 2026
Terus terang kami tidak takut," kata Deddy.
Anggota Komisi II DPR RI ini juga mengingatkan bahwa PSI gagal lolos ke parlemen pada pemilu sebelumnya meski berada di puncak kekuasaan.
Ia menilai upaya membajak kader tidak hanya akan berhadapan dengan PDIP, tetapi juga partai lain.
"Ini banyak sekali terlihat gejalanya, terutama di basis-basis Nasdem, Demokrat, dan PAN.
Jadi mereka tidak saja berhadapan dengan PDIP, tetapi juga dengan partai-partai lain yang kadernya dipungut untuk membesarkan PSI secara instan!"
>>> Hajime Moriyasu Gunakan Papan Tulis Instruksi Saat Jepang Imbang Lawan Belanda
tutup Deddy.