Kapten tim nasional Belanda, Virgil van Dijk, melontarkan kritik tajam terhadap regulasi baru FIFA yang mewajibkan jeda minum di setiap pertandingan Piala Dunia 2026.
Kritik tersebut muncul setelah Belanda ditahan imbang 2-2 oleh Jepang dalam laga pembuka Grup F di Dallas, Amerika Serikat.
>>> Herman Deru Resmikan Jembatan Ulak Jermun Rp5 Miliar di OKI
Menurut Van Dijk, penghentian pertandingan di tengah babak ini lebih menguntungkan stasiun televisi penyiar. Ia mempertanyakan motif komersial di balik penerapan regulasi tersebut.
"Saya pikir jeda untuk minum sangat menarik. Saya jelas menonton hampir semua pertandingan sampai hari ini," ujar Van Dijk dikutip dari Goal English.
"Saya pikir setiap kali jeda iklan agak, bukan sesuatu yang saya suka," kata pemain berusia 34 tahun tersebut.
Van Dijk juga menilai aturan ini mengurangi kenyamanan penonton di rumah. "Bagi penonton netral di TV, itu juga tidak bagus," tambahnya.
>>> Polisi Brasil Tangkap Tiga Petugas Terkait Tewasnya Pemain Bungee Jumping
Ia menyarankan agar penerapan jeda minum disesuaikan dengan kondisi cuaca setiap pertandingan, bukan diterapkan secara kaku di semua laga.
Gangguan Terhadap Ritme Permainan
Penghentian laga secara paksa dinilai merugikan momentum Belanda yang sedang mendominasi pertandingan. Belanda unggul lebih dulu melalui gol Van Dijk dan Crysencio Summerville.
Namun, ritme yang terputus membuat Jepang mampu bangkit. Dua gol dari Keito Nakamura dan Daichi Kamada memaksa pertandingan berakhir imbang.
>>> Gibran Rakabuming Terima Langsung Aspirasi Mahasiswa di Istana Wapres
Kebijakan perlindungan cuaca ekstrem di Amerika Utara ini menuai perdebatan karena diterapkan di stadion modern seperti Stadion AT&T yang memiliki sistem pendingin udara.