⌂ Beranda News Mahasiswa SEMA UGM Protes Tiga Pejabat Pemerintah Hadiri Diskusi Pancasila

Mahasiswa SEMA UGM Protes Tiga Pejabat Pemerintah Hadiri Diskusi Pancasila

Mahasiswa SEMA UGM Protes Tiga Pejabat Pemerintah Hadiri Diskusi Pancasila
Mahasiswa SEMA UGM melakukan aksi protes terhadap kehadiran pejabat pemerintah dalam sebuah diskusi.
A A Ukuran Teks16px

Serikat Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (SEMA UGM) menggelar aksi protes menolak kehadiran tiga pejabat pemerintah dalam diskusi Pancasila.

Aksi ini berlangsung di Joglo Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM, Sleman, pada Senin (15/6/2026) malam.

>>> Bukayo Saka Nyatakan Siap Tampil Melawan Kroasia di Piala Dunia 2026

Penolakan ini dipicu oleh penilaian mahasiswa bahwa ketiga narasumber tidak pantas berbicara mengenai Pancasila, mengingat kebijakan negara yang dianggap kian menjauh dari aspirasi rakyat.

Tiga Pejabat yang Hadir

Ketiga pejabat yang hadir dalam forum tersebut adalah Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Nusron Wahid, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, serta Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) RI Budiman Sudjatmiko.

Ketua SEMA UGM, Mesa, menegaskan bahwa kemarahan mahasiswa dipicu oleh beragam kebijakan pusat yang dinilai merugikan masyarakat luas.

Ia menyoroti situasi ekonomi yang kian menyulitkan, penyempitan ruang bagi pengkritik, serta peluncuran sejumlah program yang dianggap tidak memberikan manfaat nyata.

>>> Mantan Tukang Las SpaceX Jadi Miliarder Setelah Saham Perusahaan Melantai di Nasdaq

Mesa menyatakan bahwa para pejabat tersebut tidak layak membicarakan Pancasila selama suara rakyat dibungkam dan kritik dianggap sebagai gangguan.

Ia juga menyoroti program-program yang dinilai membuang-buang uang rakyat.

Menurut pandangan mahasiswa, situasi nasional saat ini bertolak belakang dengan klaim positif yang dipaparkan oleh pihak pemerintah.

>>> Korlantas Polri Luncurkan SIM Digital Melalui Ponsel

Mesa juga mengkritik susunan kabinet yang dinilai lebih berfokus pada upaya pemantapan kekuasaan politik daripada menuntaskan kendala publik.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru