Badan Gizi Nasional (BGN) akan menghentikan sementara Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama masa libur sekolah.
Langkah ini diambil untuk melaksanakan audit menyeluruh terhadap seluruh dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
>>> MK Targetkan Putusan Gugatan Anggaran Makan Bergizi Gratis Juli 2026
Pengumuman ini disampaikan oleh Wakil Kepala sekaligus Juru Bicara BGN, Agustina Arumsari, setelah rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI di Jakarta pada Senin (15/6/2026).
Audit total ini bertujuan untuk membenahi manajemen dan tata kelola program secara bertahap. Diharapkan, pendistribusian makanan akan lebih optimal saat siswa kembali masuk sekolah.
Selain audit fasilitas, BGN juga merumuskan strategi penataan ulang anggaran. Salah satu skema yang disiapkan adalah menyaring kembali kelompok penerima manfaat berdasarkan indikator kebutuhan gizi.
Pemilahan data penerima akan tetap merujuk pada standar ahli gizi Kementerian Kesehatan.
>>> Zion Suzuki Siap Kawal Gawang Jepang di Piala Dunia 2026
Intervensi gizi akan diprioritaskan bagi fase-fase krusial pertumbuhan anak, mulai dari usia kandungan hingga 1.000 hari pertama kelahiran.
Fokus pada Anak dengan Defisit Nutrisi
Rencana penyaringan target penerima ini sejalan dengan rekomendasi Komisi IX DPR RI.
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Charles Honoris, berpendapat bahwa fokus program perbaikan gizi nasional seharusnya diarahkan khusus kepada anak-anak yang mengalami defisit nutrisi.
Charles Honoris memperkirakan pembatasan jangkauan sasaran ini dapat menekan kebutuhan anggaran tahunan hingga Rp100 triliun, dari sebelumnya yang diperkirakan mencapai Rp200 triliun.
>>> Mahasiswa SEMA UGM Protes Tiga Pejabat Pemerintah Hadiri Diskusi Pancasila
Penyesuaian kuota penerima ini dinilai sebagai solusi efektif untuk menjaga efisiensi keuangan negara dan memastikan penerima manfaat lebih terfokus pada mereka yang benar-benar membutuhkan.