Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan Senin (15/6/2026) dengan penguatan signifikan sebesar 4,12 persen atau naik 247 poin ke level 6.255.
Penguatan ini terjadi seiring dengan masuknya kembali investor asing ke pasar saham dalam negeri.
>>> Hitung Biaya Mudik Jakarta-Yogyakarta Pakai Wuling Cortez Darion EV
Selama periode 8-12 Juni 2026, indeks bursa domestik tercatat menguat 7,38 persen dengan kapitalisasi pasar meningkat 7,31 persen.
Nilai kapitalisasi pasar di bursa efek mencapai Rp 10.524 triliun, naik dari pekan sebelumnya yang sebesar Rp 9.807 triliun.
Meskipun rata-rata transaksi harian bursa menyusut 7,07 persen menjadi Rp 25,06 triliun, rata-rata frekuensi transaksi harian justru naik 4,14 persen menjadi 2,51 juta kali transaksi.
Sentimen Pasar dan Faktor Eksternal
Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menilai penguatan IHSG lebih dipengaruhi sentimen pasar ketimbang perubahan fundamental ekonomi instan.
Lonjakan indeks merupakan respons pasar terhadap membaiknya proyeksi saham setelah koreksi tajam.
Faktor eksternal yang mendukung penguatan ini termasuk meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Penurunan harga minyak dunia juga turut mengurangi kekhawatiran pelaku pasar terhadap inflasi impor.
Harga minyak mentah AS sempat jatuh ke bawah level 80 dollar AS per barrel, sementara minyak mentah Brent melemah menuju level 82,57 dollar AS per barrel.
Katalis Positif Domestik dan Kebijakan Moneter
Dari dalam negeri, sentimen positif didorong oleh aksi buyback emiten BUMN dan penataan program Makan Bergizi Gratis (MBG) oleh pemerintah.
Hal ini meredam kekhawatiran potensi pelebaran defisit fiskal nasional.
>>> Alwi Farhan Tembus Top 10 Ranking Dunia BWF Usai Juara Australian Open 2026
Kebijakan Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,50 persen juga dinilai efektif menstabilkan nilai tukar rupiah dan pasar keuangan domestik.
Pelaku pasar kini memantau kedisiplinan fiskal pemerintah dalam menjaga defisit anggaran untuk mempertahankan kepercayaan investor global.