Sebuah pesawat pembom B-52 Stratofortress jatuh tak lama setelah lepas landas dari Pangkalan Angkatan Udara Edwards, California, Amerika Serikat, pada Senin (15/6/2026).
Insiden tersebut menewaskan delapan orang awak di dalamnya.
>>> Liverpool Dekati Darwin Nunez untuk Kembali ke Anfield pada 2026
Kecelakaan terjadi sekitar pukul 11:20 pagi waktu setempat saat armada militer tersebut menjalankan misi uji coba rutin untuk mendukung program modernisasi radar.
Kondisi di lokasi kejadian dilaporkan sangat parah dengan menyisakan bekas hangus yang besar pada landasan pacu berpasir di pangkalan udara terpencil tersebut.
"Ini tragis dan tidak mungkin selamat," kata Kolonel James Hayes dalam konferensi pers.
Pihak berwenang segera melakukan penanganan pascakecelakaan di area pangkalan udara dan menghentikan sementara operasional penerbangan.
Awak pesawat terdiri dari campuran pejabat militer, warga sipil pemerintah, dan kontraktor pemerintah, menurut Kepala Sersan Utama Joshua T.
Skarloken.
>>> MU Terkendala Harga Tinggi West Ham untuk Rekrut Mateus Fernandes
Tim gabungan sedang berupaya memberikan informasi resmi mengenai berita duka tersebut kepada seluruh keluarga korban.
Perusahaan kedirgantaraan Boeing selaku produsen pesawat mengonfirmasi bahwa dua dari delapan korban yang gugur adalah karyawan mereka.
Ungkapan duka cita juga datang dari jajaran pejabat tinggi negara, di mana Sekretaris Angkatan Udara Troy E. Meink dan Ketua DPR Mike Johnson menyampaikan belasungkawa mereka.
Pangkalan Angkatan Udara Edwards telah dibuka kembali setelah sempat menghentikan seluruh operasi penerbangan hingga hari Selasa (16/6).
Investigasi Penyebab Kecelakaan
Para pejabat militer kini mulai melakukan investigasi mendalam untuk menyelidiki penyebab pasti kecelakaan.
>>> Brimob Polda Metro Jaya Gagalkan Tawuran, 18 Remaja Diamankan di Bekasi
Detail lengkap hasil penyelidikan tersebut diperkirakan baru akan tersedia bagi publik dalam kurun waktu sekitar enam bulan ke depan.