Federasi sepak bola Tunisia mengambil keputusan mengejutkan dengan memberhentikan pelatih kepala mereka, Sabri Lamouchi.
Langkah ini diambil setelah Lamouchi baru memimpin tim dalam satu pertandingan di ajang Piala Dunia 2026.
>>> Gempa Magnitudo 6,7 Guncang Palu, Sulawesi Tengah, Rusak Bangunan
Herve Renard, pelatih asal Prancis, langsung ditunjuk sebagai pengganti Lamouchi. Keputusan pemecatan ini terjadi menyusul kekalahan telak Tunisia dari Swedia pada pertandingan pembuka Grup F.
Renard bukanlah sosok asing di kancah sepak bola Afrika.
Ia memiliki rekam jejak melatih sejumlah tim nasional di benua tersebut, termasuk Zambia, Angola, Pantai Gading, dan Maroko.
Sebelumnya, Renard sempat menangani Timnas Arab Saudi, namun kontraknya diakhiri dua bulan sebelum Piala Dunia 2026 dimulai.
Sejarah Pemecatan Pelatih di Tengah Kompetisi
Tindakan memecat pelatih di tengah kompetisi besar bukanlah hal baru bagi Tunisia. Tercatat, tiga pelatih lain mengalami nasib serupa di edisi Piala Dunia sebelumnya.
>>> Azizah Salsha Protes Disebut Meniru Gaya Ariel Tatum
Pada Piala Dunia 1998, Arab Saudi memecat Carlos Alberto Parreira setelah dua pertandingan, sementara Korea Selatan mendepak Cha Bum-kun setelah jumlah laga yang sama.
Tunisia sendiri pernah menerapkan kebijakan serupa pada Piala Dunia 1998 dengan memecat Henryk Kasperczak setelah dua laga fase grup.
Namun, nasib Sabri Lamouchi terbilang lebih tragis karena hanya diberi kesempatan satu pertandingan.
Lamouchi baru menjabat sebagai pelatih Tunisia sejak Januari 2026. Dalam lima pertandingan di bawah kepemimpinannya, tim mencatat satu kemenangan, satu imbang, dan tiga kekalahan.
>>> Prancis vs Senegal: Duel Pembuka Grup I Piala Dunia 2026
Sebelum era Lamouchi, Sami Trabelsi berhasil membawa Tunisia lolos kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Afrika tanpa kekalahan. Namun, performa tim dinilai menurun di ajang Piala Afrika.