Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mendirikan tenda darurat di area Rumah Sakit (RS) Undata Palu, Sulawesi Tengah.
Langkah ini diambil menyusul guncangan gempa bermagnitudo 6,7 yang melanda wilayah tersebut pada Selasa (16/6/2026).
>>> Gempa M 6,7 Guncang Sulawesi Tengah, Fasilitas Publik dan Rumah Warga Rusak
Kepala Kantor SAR Palu, Muh Rizal, menyatakan bahwa pendirian tenda darurat ini bertujuan untuk mengantisipasi kondisi mendesak dan sebagai bagian dari upaya mitigasi oleh pemerintah.
Gempa tersebut menyebabkan kerusakan berupa runtuhnya plafon di gedung auditorium Universitas Tadulako Palu.
Namun, berdasarkan pemantauan awal, belum ada laporan kerusakan material yang masif di Kota Palu dan situasi dilaporkan masih terkendali.
Hingga kini, belum ada laporan korban jiwa. Tim reaksi cepat (TRC) terus melakukan pendataan warga yang terdampak gempa.
BMKG melaporkan pusat gempa berada di darat, 42 kilometer arah tenggara Kota Palu dengan kedalaman 10 kilometer.
>>> Massimiliano Allegri Segera Latih Napoli, Urus Administrasi Akhir
Peristiwa ini dipastikan tidak berpotensi tsunami karena pusat gempa berada di daratan.
Guncangan gempa dirasakan kuat di beberapa wilayah seperti Kota Palu, Kabupaten Sigi, Parigi Moutong, Poso, hingga Tojo Una-Una, yang sempat memicu kepanikan warga untuk menyelamatkan diri.
Rizal mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, memperbaharui informasi dari pemerintah, dan menyaring informasi di media sosial untuk menghindari hoaks.
Data sementara dari BPBD Sulawesi Tengah mencatat delapan orang mengalami luka-luka.
>>> Ironi Yogyakarta: Pebalap Dunia Lahir dari Parkiran Pasar Sapi
Dua warga Desa Kamarora mengalami luka berat akibat patah tulang dan benturan kepala, sementara enam lainnya di Kabupaten Sigi mengalami luka ringan.