Tanggapan Pemerintah Prancis
Kementerian Ekonomi Prancis menilai proyeksi tersebut belum memperhitungkan dinamika geopolitik terbaru.
Termasuk rencana pembukaan kembali Selat Hormuz yang dapat menurunkan harga minyak mentah Brent hingga di bawah 80 dolar AS per barel.
"Seluruh perkiraan ekonomi terbaru, termasuk dari Banque de France, berada dalam kondisi lesu, hal tersebut belum memperhitungkan perkembangan situasi internasional terbaru, khususnya pengumuman gencatan senjata dan pembukaan kembali Selat Hormuz.
Berita baik ini merupakan sinyal pemulihan bagi perekonomian Prancis.
Hal ini sekarang harus diterjemahkan secara nyata ke dalam dompet masyarakat Prancis serta dalam keputusan investasi perusahaan," kata Kementerian Ekonomi.
Pemerintah Prancis tetap optimis bahwa pemulihan kepercayaan pasar akan menjadi penggerak utama ekonomi tanpa harus bergantung sepenuhnya pada anggaran belanja publik.
"Waktunya telah tiba untuk kembalinya kepercayaan kolektif: hal inilah, lebih dari sekadar pengeluaran publik, yang akan memungkinkan dukungan pertumbuhan secara berkelanjutan," ujar Roland Lescure, perwakilan dari Bercy.
Peringatan Gubernur Baru Banque de France
Gubernur baru bank sentral, Emmanuel Moulin, mengingatkan bahwa tekanan dari sektor energi akan tetap memberikan pengaruh yang kuat dalam jangka panjang.
>>> AC Milan Resmi Tunjuk Ruben Amorim sebagai Pelatih Baru
"Persisten," kata Moulin mengenai dampak guncangan energi terhadap stabilitas makroekonomi domestik.