Timnas Argentina akan memulai perjalanan mereka di Piala Dunia 2026 dengan menghadapi Aljazair pada laga perdana Grup J.
Pertandingan tersebut dijadwalkan berlangsung di Stadion Arrowhead, Kansas City, pada Rabu (17/6/2026) pukul 08.00 WIB.
>>> Michael Olise Raih Man of the Match Laga Perancis vs Senegal di Piala Dunia 2026
Argentina datang ke turnamen ini sebagai juara bertahan setelah menjuarai edisi 2022 di Qatar.
Skuad asuhan Lionel Scaloni memiliki modal kuat setelah mengumpulkan 38 poin dari 18 laga kualifikasi zona Conmebol.
Mereka juga meraih kemenangan dalam laga uji coba melawan Honduras dan Islandia.
Kondisi tim semakin solid setelah Emiliano Martinez, Leandro Paredes, dan Nico Gonzalez pulih dari cedera.
Namun, bek Nicolas Tagliafico dipastikan absen karena cedera betis.
Di sisi lain, Aljazair lolos dengan catatan konsisten di zona Afrika dan sempat mengalahkan Belanda 1-0 serta Bolivia 4-0.
Pandangan Ganindra Bimo soal Argentina
Aktor sekaligus pencinta sepak bola Indonesia, Ganindra Bimo, menilai Argentina sebagai salah satu tim terkuat di turnamen ini.
"Kalau ngeliat kondisi timnya kayanya salah satu yang paling siap, paling ready, paling kuat, paling menyeramkan, paling punya aura gitu ya selain Portugal sama Perancis kayanya Argentina deh," ujarnya.
Menurutnya, kekuatan Argentina tidak hanya terletak pada aspek teknis, tetapi juga rasa hormat pemain terhadap kapten Lionel Messi.
"Saya suka aja ngeliat sentimennya kalau misal pemain-pemain itu respek sama leader-nya," kata Ganindra Bimo.
Ia mencontohkan Perancis dengan Kylian Mbappe yang dicap diktator, dan Portugal dengan Cristiano Ronaldo yang dinilai kurang kredibel memimpin tim.
Piala Dunia 2026 diprediksi menjadi panggung terakhir bagi Messi, yang berpeluang tampil di enam edisi Piala Dunia bersama Ronaldo.
>>> Pemerintah Luncurkan BBM Jenis B50 pada 1 Juli 2026
"Walaupun tetap buat saya sih salah satu GOAT team tidak pernah selesai, Ronaldo dan Messi itu," imbuhnya.
Messi juga hanya membutuhkan tambahan empat gol untuk melewati rekor 16 gol milik Miroslav Klose sepanjang turnamen.