⌂ Beranda News Pablo Zabaleta Yakin Lionel Messi Masih Punya Magis di Piala Dunia 2026

Pablo Zabaleta Yakin Lionel Messi Masih Punya Magis di Piala Dunia 2026

Pablo Zabaleta Yakin Lionel Messi Masih Punya Magis di Piala Dunia 2026
Pertandingan Argentina melawan Aljazair di Piala Dunia 2026
A A Ukuran Teks16px

Mantan pemain Manchester City, Pablo Zabaleta, meyakini Lionel Messi masih memiliki kemampuan magis untuk membawa Timnas Argentina meraih trofi juara Piala Dunia 2026.

Argentina akan memulai perjalanan mereka di Piala Dunia 2026 dengan menghadapi Aljazair pada pertandingan perdana Grup J.

>>> Norwegia Gilas Irak 4-1 di Laga Perdana Piala Dunia 2026

Laga tersebut dijadwalkan berlangsung di Stadion Kansas City pada Rabu, 16 Juni 2026, pukul 08.00 WIB.

Kehadiran Messi sangat diharapkan mampu memberikan kemenangan awal bagi Albiceleste. Zabaleta percaya sang kapten bisa mempertahankan gelar juara.

Messi sebelumnya telah membuktikan kapasitasnya dengan membawa Argentina memenangi Piala Dunia 2022 di Qatar. Ia juga sukses merengkuh trofi Copa America pada 2024.

Selain bakat luar biasa, Messi dikenal sebagai sosok pemimpin yang dikagumi di dalam skuad Argentina. Semangat berkompetisi di tim dinilai tetap terjaga.

"Bahkan setelah semua kesuksesan, memenangkan Piala Dunia dan periode memenangkan 39 pertandingan, Anda masih bisa melihat bahwa para pemain memiliki keinginan dan daya saing untuk terus berprestasi bagi tim nasional," ujar Zabaleta.

Sebelum pertandingan melawan Aljazair, Messi mengikuti sesi latihan MD-1 di Pusat Latihan Sporting KC di Kansas City pada 15 Juni 2026.

Kehadiran Messi membuat pelatih Argentina, Lionel Scaloni, harus melakukan penyesuaian taktik. Langkah ini diperlukan mengingat sang pemain kini telah berusia 38 tahun.

>>> Norwegia Hajar Irak 4-1 di Laga Perdana Piala Dunia 2026

Zabaleta menerangkan bahwa perubahan strategi demi memfasilitasi Messi merupakan hal yang lumrah. Fenomena serupa juga terjadi di klub MLS, Inter Miami.

Mantan pemain berusia 41 tahun itu menyebut Inter Miami sengaja membangun kerangka tim demi menyokong Messi. Pola yang sama kini diterapkan oleh Timnas Argentina.

"Jika Anda melihat pertandingan MLS akhir-akhir ini, para pemain di sekitar Messi [di Inter Miami], saya pikir itu agak mirip dengan apa yang telah kita lihat sekarang di tim nasional," jelas Zabaleta.

"Anda tahu, Messi dikelilingi oleh pemain-pemain yang ingin berprestasi untuk Messi. Mereka ingin berlari sebanyak mungkin untuk Messi," imbuhnya.

Menurut Zabaleta, skema permainan ini sangat wajar mengingat kondisi fisik sang bintang yang mulai menurun. Rekan setim diwajibkan bekerja lebih keras membuka ruang.

"Jelas, kita tidak memiliki Messi seperti lima tahun lalu yang mungkin bisa mundur ke belakang dan menerima bola di garis tengah lapangan dan berlari seperti sebelumnya," kata Zabaleta.

>>> Dishub DKI Atur Lalu Lintas di TMP Kalibata Saat Upacara Ziarah

"Tapi saya pikir jika tim berhasil menemukan cara untuk menahan bola, tetapi kemudian ketika mereka kembali menguasai bola, mereka dapat menemukannya di posisi yang bagus, dia masih bisa melakukan sisanya," pungkasnya.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru