⌂ Beranda News Tren Gaun Pengantin Tinggalkan Payet Berlebihan, Beralih ke Satin dan Jacquard

Tren Gaun Pengantin Tinggalkan Payet Berlebihan, Beralih ke Satin dan Jacquard

Tren Gaun Pengantin Tinggalkan Payet Berlebihan, Beralih ke Satin dan Jacquard
Gaun pengantin satin putih dengan siluet mermaid
A A Ukuran Teks16px

Pergeseran tren busana pernikahan kini semakin menjauhi penggunaan manik-manik yang ramai. Para calon pengantin wanita lebih menyukai rancangan yang menonjolkan kekuatan struktur busana serta karakter bahan kain.

Pilihan kelir konvensional pun terpantau masih kokoh dan belum tergeser oleh deretan palet yang berani. Gaya potongan pakaian saat ini dibuat murni demi memperlihatkan lekuk anggun tubuh penggunanya.

>>> Pemerintah Ceará Tingkatkan Investasi Publik Lewat Kolaborasi Antar-Wilayah

"Sekarang trennya cukup kontras, pilihannya antara yang pas memeluk tubuh seperti mermaid, atau sekalian mengembang besar seperti ballgown," kata desainer dari Ritz Taipei, Sunny, kepada Kompas.

com di Bridestory Fair Juni 2026, JICC Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (12/6/2026).

Bahan kain yang paling banyak diburu oleh konsumen adalah satin serta jacquard yang memiliki motif jalinan.

Jenis tekstil ini mampu menghadirkan kesan visual yang memikat tanpa memerlukan aplikasi hiasan berkilau yang terlampau padat.

"Banyak banget sekarang yang request satin, tapi udah ada teksturnya, seperti plisket satin yang bikin tampilannya jadi lebih menarik daripada sekadar polos," tutur desainer dan pemilik Jean Tirtamarta, Jean.

Minat terhadap busana bersulam penuh juga mulai surut. Jenis pakaian tersebut dinilai memberikan beban berat yang membatasi ruang gerak bebas pengantin sepanjang acara.

"Gaunnya jadi berat juga sih, dan kalau gaunnya lebih polos itu (pandangan) orang tertuju ke bride-nya, lebih memuji sang pengantinnya," ucap Jean.

Kecenderungan pasar yang mengarah pada konsep minimalis ini juga diamati oleh perancang busana lain.

Konsumen lokal mulai menyerap kiblat mode internasional yang mengutamakan kualitas potongan ketimbang tumpukan ornamen luar.

"Kalau dulu customer Indonesia lebih kaku di gaun brokat dan banyak payet mutiara, sekarang sekitar 60 persen orang sudah bisa menerima kain satin polos," sebut Sunny.

"Kita memanfaatkan bahan kainnya itu sendiri untuk membentuk tekstur dan desain, intinya polos tapi tetap ada sentuhan struktur bajunya," tambah dia.

Menonjolkan Siluet Bentuk Tubuh

Rancangan menyerupai siluet duyung masih menempati posisi teratas dalam daftar preferensi konsumen. Pola potongan ini digemari karena mampu mengikuti alur alami postur tubuh secara ideal.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru