"Kita memanfaatkan bahan kainnya itu sendiri untuk membentuk tekstur dan desain, intinya polos tapi tetap ada sentuhan struktur bajunya," tambah dia.
Menonjolkan Siluet Bentuk Tubuh
Rancangan menyerupai siluet duyung masih menempati posisi teratas dalam daftar preferensi konsumen. Pola potongan ini digemari karena mampu mengikuti alur alami postur tubuh secara ideal.
"Kalau semi-mermaid, itu favorit yang kita punya karena lumayan masuk di banyak tipe tubuh dan bikin siluet tubuh kita lebih kelihatan," terang Jean.
Selain memperindah penampilan, pola potong ini sangat adaptif bagi mempelai yang menggelar perayaan dengan jumlah undangan terbatas. Model semi-mermaid memberikan keleluasaan bergerak saat menyapa para kerabat.
>>> IHSG Menguat 17,09% dalam Sepekan, Asing Masih Jual Bersih Rp5,98 Triliun
"Gaun mermaid atau semi-mermaid juga lebih gampang untuk jalan karena pengantin intimate weddings lebih memilih berbaur sama tamu," sambung dia.
Di samping model duyung, pola klasik berbentuk huruf A tetap menjadi opsi populer di galeri mode.
Sentuhan kerutan lipatan pada potongan yang sedikit longgar ini diterapkan agar hasil akhir busana tidak terlihat kaku.
"Gimana caranya biar A-line itu menarik, masih ada guratan-guratan lipatan yang bikin siluet badan kamu tetap terlihat walaupun potongannya tidak memeluk tubuh," ujar Jean.
Dominasi Nuansa Putih Gading dan Mutiara
Spektrum rona putih belum tergeser dari puncak popularitas busana pernikahan. Meski begitu, terdapat lonjakan permintaan pada variasi warna putih gading dan putih mutiara ketimbang opsi putih terang.
"Kalau tahun ini justru di aku banyak yang request warna ivory atau putih gading. Kadang di beberapa warna kulit, ivory ini membuat pemakainya kelihatan lebih glowing," jelas Jean.
Di sisi lain, penerapan corak pastel yang lembut cenderung dihindari oleh para perancang maupun konsumen.