⌂ Beranda News Tren Gaun Pengantin Tinggalkan Payet Berlebihan, Beralih ke Satin dan Jacquard

Tren Gaun Pengantin Tinggalkan Payet Berlebihan, Beralih ke Satin dan Jacquard

Tren Gaun Pengantin Tinggalkan Payet Berlebihan, Beralih ke Satin dan Jacquard
Gaun pengantin satin putih dengan siluet mermaid
A A Ukuran Teks16px

Karakter warna pastel dinilai sangat selektif karena tidak selalu selaras dengan semua jenis rona kulit manusia.

"Warna pastel itu sangat pilih-pilih, tidak semua tone kulit cocok memakainya. Kalau warna peach atau kuning itu bisa membuat kulit terlihat kusam," ungkap Sunny.

Opsi putih mutiara kemudian hadir sebagai jalan keluar yang paling aman sekaligus mampu memancarkan kesan yang mewah bagi pemakainya.

"Putih mutiara itu elegan dan bersih, cocok untuk warna kulit apa pun," terang Sunny.

Daya tarik abadi dari palet warna klasik ini dinilai berakar dari ingatan kolektif masyarakat mengenai gambaran kemegahan pesta pernikahan formal.

"Bagaimanapun, memori kolektif masyarakat mengenai kemewahan pernikahan selalu merujuk pada visual klasik."

>>> Super Indo Gelar Promo Tengah Bulan 15-18 Juni 2026, Diskon hingga 45 Persen

"Karena semua yang kita lihat di pernikahan, seperti royal weddings atau fairy tales, warnanya selalu putih," pungkas Jean.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru