⌂ Beranda News Pemilik Bengkel Ungkap Tantangan Perawatan Mobil Peugeot Lawas

Pemilik Bengkel Ungkap Tantangan Perawatan Mobil Peugeot Lawas

Pemilik Bengkel Ungkap Tantangan Perawatan Mobil Peugeot Lawas
Mobil Peugeot 406 lawas di bengkel spesialis
A A Ukuran Teks16px

Pemilik bengkel spesialis Peugeot, EngineBlock Autoworks, mengungkapkan tantangan utama dalam merawat mobil retro asal Eropa di Indonesia. Komponen bodi kini semakin langka, meskipun suku cadang mesin masih melimpah.

Mobil Peugeot era 1990 hingga 2000-an seperti model 405, 406, 306, dan 206 masih memiliki peminat di tanah air.

>>> Haaland Bawa Norwegia Hancurkan Irak 4-1 di Laga Perdana Piala Dunia 2026

Karakter berkendara yang nyaman, desain khas, serta harga bekas yang terjangkau menjadi daya tarik utama.

Suku Cadang Mesin Masih Melimpah

Hadi Taruna, pemilik bengkel EngineBlock Autoworks di Bintaro, Tangerang Selatan, menjelaskan bahwa kesulitan terbesar bukan pada sektor mesin atau kaki-kaki.

"Untuk suku cadang mesin dan kaki-kaki sebenarnya masih banyak tersedia," katanya.

Penurunan permintaan seiring waktu membuat pasokan komponen bodi mobil berusia belasan hingga puluhan tahun menjadi sangat terbatas. "Mungkin yang mulai agak sulit dicari itu komponen bodi," ujar Hatar.

Meski komponen bodi sulit ditemukan, kebutuhan servis berkala dan penggantian komponen teknis pendukung masih mudah dipenuhi. "Komponen pendukungnya masih cukup banyak tersedia," kata Hatar.

Kelimpahan suku cadang berlaku merata untuk tipe-tipe populer Peugeot di Indonesia.

"Bahkan untuk Peugeot 206, 306, 406, dan 405, ketersediaan suku cadangnya sampai sekarang masih sangat banyak," ungkap Hatar.

>>> Kurs Rupiah Terhadap Dollar AS di Bank Mandiri, BCA, BNI 17 Juni 2026

Pandangan bahwa biaya perawatan mobil Eropa lawas selalu mahal tidak sepenuhnya benar. Harga suku cadang disebut mirip dengan mobil Jepang.

"Kisaran harganya masih di angka tersebut," kata Hatar.

Biaya untuk suku cadang berkala kendaraan retro ini masih masuk akal. "Harga seperti itu masih tergolong normal untuk mobil-mobil bekas.

Dibandingkan dengan mobil Jepang juga kurang lebih mirip," ujarnya.

Kebutuhan teknis perawatan rutin tidak rumit. Oli masih bisa menggunakan 10W-40 dengan tipe A3/B3.

Harganya sekitar Rp125.000 untuk merek umum setelah kenaikan, sebelumnya sekitar Rp100.000.

Komponen habis pakai lain seperti filter oli dan filter udara juga masih standar. Filter oli sekitar Rp95.000, filter udara Rp100.000–Rp103.000.

>>> Saham BUMI dan BRMS Melonjak di Tengah Diversifikasi Bisnis

"Secara umum masih standar," ujar Hatar.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru