Sebuah fregat Rusia, Admiral Grigorovich, melepaskan tembakan peringatan ke dekat kapal pesiar berbendera Inggris di Selat Inggris pada Selasa (16/6) waktu setempat.
Insiden terjadi sekitar 20 mil laut di selatan Isle of Wight, di luar batas laut teritorial Inggris.
>>> Logitech G Luncurkan Mouse G304 X Superlight dan Keyboard G316 X 98 di Indonesia
Peristiwa ini berlangsung saat pertemuan para pemimpin G7 di Prancis yang sepakat meningkatkan tekanan terhadap Rusia terkait perang di Ukraina.
Kronologi Menurut Inggris
Kementerian Pertahanan Inggris menyatakan tembakan tersebut bukan serangan langsung, melainkan tindakan preventif.
"Setelah upaya menghubungi kapal Inggris, Grigorovich melepaskan tembakan peringatan. Tembakan ini tidak ditujukan ke kapal dan merupakan upaya mencegah tabrakan," kata Kementerian Pertahanan Inggris.
Pemerintah Inggris menambahkan insiden ini bersifat terisolasi dan tidak terkait dengan aksi pencegatan kapal armada bayangan Rusia oleh pasukan komando Inggris pada akhir pekan sebelumnya.
Versi Rusia
Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim telah mengirimkan sinyal awal, termasuk suar dan klakson, untuk memperingatkan kapal pesiar tersebut.
>>> PSIS Semarang Resmi Rekrut Syahrian Abimanyu untuk Perkuat Lini Tengah
"Meskipun tindakan ini telah dilakukan, kapal tersebut terus mendekat dengan berbahaya," kata kementerian Rusia.
Komandan fregat kemudian memutuskan menembakkan tembakan peringatan menggunakan senjata ringan kapal.
Kesaksian Kru Kapal Pesiar
Jane Kelvey, salah satu penumpang kapal pesiar, menceritakan suara klakson peringatan sebelum dentuman senjata.
"Sekitar satu menit kemudian mereka membunyikan klakson lima kali lagi, segera diikuti empat hingga lima tembakan senjata ringan," kata Jane.
Ia meyakini tembakan itu tidak diarahkan ke kapal mereka, melainkan ke udara. Jane juga membantah tuduhan Rusia bahwa kapal mereka melakukan pendekatan berbahaya.
>>> Arema FC Pertahankan Marcos Santos Meski Gagal ke Lima Besar
Sementara itu, Alan Kelvey menyebut tindakan penembakan itu "tidak perlu".