Presiden FIFA Gianni Infantino memuji tingginya jumlah penonton dan kemeriahan atmosfer pada awal Piala Dunia 2026.
Hal itu disampaikannya saat membuka Konferensi Tingkat Tinggi Eksekutif Sepak Bola FIFA 2026 di Miami, Selasa (16/6/2026).
>>> Pendaftaran KIP Kuliah 2026 Jalur Mandiri PTN dan PTS Resmi Dibuka
Pujian tersebut muncul di tengah sorotan tajam media terkait keputusan kontroversial Amerika Serikat selaku tuan rumah. Salah satunya adalah penolakan terhadap wasit asal Somalia, Omar Artan.
Infantino mengungkapkan kegembiraannya melihat stadion yang penuh dalam delapan pertandingan pembuka. "Rata-rata kehadiran penonton bahkan melampaui 63.000 orang," katanya.
Ia memantau langsung jalannya kompetisi dengan mendatangi lima stadion berbeda. Salah satunya adalah laga Swiss melawan Qatar di San Francisco Bay Area Stadium.
"Qatar melawan Swiss di San Francisco menghadirkan stadion yang penuh. Itu benar-benar indah dan hasilnya cukup mengejutkan," ujar Infantino.
Selain antusiasme penonton, Infantino juga mengapresiasi aspek keamanan dan keramahan turnamen di setiap kota penyelenggara. Ia menilai lingkungan sangat damai dan penuh kegembiraan.
Namun, di balik layar, Piala Dunia 2026 tetap didera kritik tajam.
Salah satunya terkait kebijakan diskriminatif AS terhadap timnas Iran yang lama menunggu visa dan tidak diizinkan bermalam di negara tersebut.
Ketika didesak soal penolakan wasit Omar Artan, Infantino memberikan tanggapan melalui Sky Sports. "Sungguh sangat disayangkan melihat hal yang terjadi pada Omar.
Namun kami tidak mengendalikan segalanya," katanya.
>>> Umat Islam Dianjurkan Membaca Doa Akhir dan Awal Tahun Hijriah
Pernyataan ini memicu kritik karena dianggap kontras dengan ketegasan FIFA saat mencabut status tuan rumah Piala Dunia U-20 2023 dari Indonesia.
Saat itu, FIFA bereaksi atas penolakan terhadap timnas Israel.
Infantino menambahkan, "Mungkin terkadang selalu ada baiknya untuk santai dan rileks. Berteriak dan mengumpat bakal menimbulkan efek sebaliknya dari menemukan solusi."
Ia juga membandingkan dengan rencana Piala Dunia Wanita 2035 di Inggris. "Apakah kalian pikir normal FIFA akan mendikte Pemerintah Inggris terkait siapa yang boleh masuk?"
tuturnya.
Infantino menekankan bahwa keamanan adalah prioritas tertinggi yang tidak bisa diganggu gugat. "Dunia ini sangat agresif dan keamanan ada di atas segalanya," ujarnya.
Mengenai pembatasan ketat terhadap timnas Iran yang hanya diizinkan datang bertanding lalu kembali ke Tijuana, Infantino menyampaikan pandangannya kepada Al Jazeera.
Ia mengaku bekerja keras di balik layar untuk mencari solusi.
Ia menggarisbawahi kehadiran timnas Iran di AS sebagai pencapaian diplomatik FIFA. "Sebuah kesuksesan untuk bisa membawa Iran bermain di Amerika," ujarnya.
>>> Kylian Mbappe Pecahkan Rekor Pencetak Gol Terbanyak Timnas Prancis
Pertemuan tingkat tinggi di Miami ini dijadwalkan berlangsung hingga 17 Juni 2026. Agenda meliputi pengembangan pemain muda, Program FIFA Forward, dan arah strategis sepak bola masa depan.