⌂ Beranda News Blokade AS Rugikan Pendapatan Minyak Iran Rp18,87 Triliun per Hari

Blokade AS Rugikan Pendapatan Minyak Iran Rp18,87 Triliun per Hari

Blokade AS Rugikan Pendapatan Minyak Iran Rp18,87 Triliun per Hari
Blokade kapal tanker minyak Iran oleh Angkatan Laut AS
A A Ukuran Teks16px

Blokade Amerika Serikat dalam konflik Timur Tengah menyebabkan Iran kehilangan pendapatan minyak hingga US$500 juta atau sekitar Rp18,87 triliun per hari.

Hal ini diungkapkan oleh Dewan Ekonomi Nasional (DEN) dalam Seminar Islamic Economic Outlook di kantor Kementerian PPN/Bappenas.

>>> Argentina Hajar Aljazair 3-0 di Laga Perdana Piala Dunia 2026

Anggota DEN, Firman Hidayat, menyatakan bahwa Iran sebelumnya bisa mengirim minyak dan memperoleh pendapatan, namun kini terhenti akibat blokade AS.

"Iran yang tadinya bisa kirim oil-nya, mereka dapet revenue, sekarang akhirnya US$500 juta per day revenue-nya Iran itu stop karena US juga blockade," ujarnya.

Blokade tersebut tidak hanya menghentikan pengiriman minyak Iran, tetapi juga menghentikan total produksi minyak dan gas (migas) Iran.

Iran telah menghadapi embargo dan sanksi selama 47 tahun.

>>> Ribuan Warga Ikuti Tradisi Tapa Bisu 1 Suro di Mangkunegaran

Dampak Balik bagi AS

Di sisi lain, dampak buruk peperangan ini berbalik mengenai AS.

Harga bahan bakar minyak (BBM) domestik AS melonjak hingga US$4,5 atau sekitar Rp79.776 per galon.

Kenaikan harga energi ini menjatuhkan approval rating Trump ke posisi paling rendah.

Hal ini juga menekan probabilitas kemenangan Partai Demokrat di bawah 50% pada platform Polymarket menjelang pemilihan umum paruh waktu November mendatang.

>>> BP BUMN Pangkas 216 Entitas Perusahaan Negara Demi Efisiensi Bisnis

Konsekuensi politik domestik yang merosot tajam memaksa kepemimpinan AS untuk segera mengambil langkah strategis. "Ini yang kemudian mendorong Trump harus selesaikan perangnya sebelum bulan Agustus," pungkas Firman Hidayat.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru