⌂ Beranda News BP BUMN Pangkas 216 Entitas Perusahaan Negara Demi Efisiensi Bisnis

BP BUMN Pangkas 216 Entitas Perusahaan Negara Demi Efisiensi Bisnis

BP BUMN Pangkas 216 Entitas Perusahaan Negara Demi Efisiensi Bisnis
Ilustrasi rapat BP BUMN tentang restrukturisasi perusahaan negara
A A Ukuran Teks16px

Badan Pengaturan (BP) Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berhasil memangkas sebanyak 216 entitas perusahaan negara hingga Senin, 15 Juni 2026.

Langkah perampingan melalui streamlining ini diambil untuk menciptakan struktur korporasi yang lebih sehat, efisien, dan fokus pada sektor strategis nasional.

>>> Tarif Impor Trump Dikhawatirkan Tekan Pasar Saham Domestik

Pengumuman penataan ratusan anak usaha tersebut disampaikan melalui akun Instagram resmi @bumn_id pada Rabu, 17 Juni 2026.

Menyusul capaian ini, Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Indonesia, Dony Oskaria, segera menggelar rapat internal untuk mengevaluasi dan mempercepat penyederhanaan struktur di berbagai kelompok perusahaan negara.

"Transformasi BUMN terus menunjukkan progres yang positif.

Hingga 15 Juni 2026, sebanyak 216 entitas telah berhasil ditata," tulis unggahan di Instagram resmi @bumn_id, dikutip Rabu (17/6/2026).

Manajemen menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan komitmen jangka panjang untuk meningkatkan kontribusi perusahaan plat merah terhadap pembangunan nasional.

"Langkah ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan BP BUMN bersama Danantara untuk membangun BUMN yang lebih kompetitif, profesional dan mampu memberikan kontribusi yang lebih besar bagi pembangunan nasional," tulis akun tersebut.

Target Restrukturisasi Besar-besaran

Sebelumnya, target besar restrukturisasi ini telah diungkapkan oleh manajemen dalam sebuah pertemuan di Jakarta pada Selasa, 10 Februari 2026.

>>> Kementan Salurkan Benih Unggul Perkebunan Rp9,95 Triliun untuk Hilirisasi

BP BUMN menargetkan jumlah total perusahaan menyusut drastis dari 1.043 menjadi hanya 300 perusahaan pada tahun ini, dengan jaminan tidak ada pemutusan hubungan kerja bagi karyawan.

"Kita akan melakukan streamlining dari perusahaan-perusahaan BUMN kita. Kita punya 1.043 perusahaan, nanti tahun ini harus selesai menjadi tinggal 300 perusahaan.

Tetapi nggak usah khawatir, tidak akan terjadi PHK," kata Dony di Hotel Kempinski, Jakarta, Selasa (10/2/2026).

Proses konsolidasi massal ini nantinya akan dikelompokkan ke dalam beberapa klaster strategis.

Beberapa di antaranya meliputi sektor logistik, karya, asuransi, hingga layanan teknologi informasi dan komunikasi, seperti pengurangan anak usaha PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk dari 67 menjadi belasan perusahaan saja.

"Kita sedang menyelesaikan seluruh problematika dari pengelolaan BUMN ini sehingga ke depan BUMN ini menjadi perusahaan yang betul-betul termasuk tidak hanya dari bisnisnya, mengenai tata kelola kita juga melakukan perbaikan.

>>> Kemenhub Usul Tambahan Anggaran Rp 20,11 Triliun untuk 2027

Dari semua aspek kita melakukan perbaikan," jelas Dony.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru