Gempa bumi magnitudo 6,7 yang mengguncang Palu pada Selasa (16/6/2026) menyebabkan kerusakan pada sejumlah gedung Universitas Tadulako (Untad).
Bencana ini merupakan gempa dangkal dengan kedalaman 16 kilometer yang dipicu oleh aktivitas Sesar Sausu.
>>> Pemerintah Targetkan Peluncuran Sistem Perlinsos Digital Nasional Akhir 2026
Getaran merusak rumah warga, fasilitas umum, infrastruktur jalan, dan bangunan kampus Untad.
Beberapa fasilitas yang rusak baru saja selesai direhabilitasi pascagempa, tsunami, dan likuifaksi 2018.
Meski menimbulkan kerusakan fisik, pihak berwenang memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.
"Hingga saat ini tidak ada korban jiwa maupun korban luka yang dilaporkan akibat gempa," kata Rektor Untad, Prof Amar.
Pihak rektorat menerbitkan surat imbauan resmi pada Selasa (16/6/2026) untuk menyikapi situasi pascagempa.
Prof Amar meminta seluruh civitas akademika tetap tenang dan menyaring informasi agar tidak memicu kepanikan.
>>> Polisi Tangkap Pelaku Penusukan di Tangerang, Tersinggung Ucapan Korban
"Seluruh civitas akademika diimbau untuk bijak dalam menerima dan membagikan informasi serta memastikan bahwa setiap informasi yang diperoleh berasal dari sumber resmi, kredibel, dan dapat dipertanggungjawabkan," ungkap Prof Amar.
Pimpinan universitas akan terus melakukan pemantauan berkala dan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menjamin keamanan area kampus.
Manajemen kampus juga meminta seluruh unit kerja segera memetakan wilayah terdampak guna mempercepat pemulihan sarana dan prasarana belajar mengajar.
"Laporan tersebut dapat disampaikan kepada pimpinan unit masing-masing atau bagian terkait agar dapat segera dilakukan asesmen, penanganan, dan tindak lanjut yang diperlukan," ujar Prof Amar.
Rektorat berharap kerja sama dari seluruh elemen kampus dapat mempercepat penanganan situasi darurat ini.
"Mari bersama-sama menjaga ketenangan, meningkatkan kewaspadaan, serta saling membantu dan mendukung satu sama lain dalam menghadapi kondisi ini," imbuh Prof Amar.
>>> Enam Wakil Tunggal Indonesia Siap Bertanding di Macau Open 2026
Di media sosial resmi universitas, banyak mahasiswa meminta agar aktivitas kampus tidak dihentikan total, terutama pelayanan administrasi dan ujian.