⌂ Beranda News Aktivitas Pelayaran Selat Hormuz Masih Terbatas Pasca Kesepakatan Damai AS-Iran

Aktivitas Pelayaran Selat Hormuz Masih Terbatas Pasca Kesepakatan Damai AS-Iran

Aktivitas Pelayaran Selat Hormuz Masih Terbatas Pasca Kesepakatan Damai AS-Iran
Bendera Amerika Serikat dan Iran
A A Ukuran Teks16px

Kesepakatan damai sementara antara Amerika Serikat (AS) dan Iran belum serta-merta memulihkan aktivitas pelayaran di Selat Hormuz. Selat ini merupakan jalur perdagangan energi terpenting di dunia.

Presiden AS Donald Trump telah mengumumkan pembukaan kembali Selat Hormuz dan menyerukan pengiriman minyak kembali berjalan. Namun, lalu lintas kapal di kawasan tersebut faktanya masih sangat terbatas.

>>> Jadwal Piala Dunia 2026 18 Juni: Lima Laga Fase Grup Tersaji

Data pelacakan kapal MarineTraffic yang dianalisis BBC Verify menunjukkan hanya segelintir kapal yang melintasi Selat Hormuz sejak kesepakatan diumumkan.

Sementara itu, ratusan kapal tanker dan kapal kargo masih menunggu di kawasan Teluk.

Padahal, sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas alam cair (LNG) dunia biasanya melewati jalur tersebut.

Penutupan Selat Hormuz sejak akhir Februari lalu telah mengganggu rantai pasok energi global dan mendorong lonjakan harga minyak.

Tiga Faktor Utama yang Menghambat Pelayaran

Para analis menilai ada tiga faktor utama yang membuat kapal-kapal masih enggan kembali melintasi Selat Hormuz.

Meskipun AS dan Iran telah mencapai kesepakatan kerangka kerja perdamaian, pelaku industri pelayaran masih menilai risiko keamanan di kawasan tersebut cukup tinggi.

Selama konflik berlangsung, Iran beberapa kali menembaki kapal yang mencoba melintas tanpa izin.

Di sisi lain, AS juga memberlakukan blokade terhadap pelabuhan Iran dan melakukan sejumlah operasi militer di wilayah tersebut.

Kondisi itu membuat banyak operator kapal memilih menunggu kepastian sebelum kembali berlayar.

Analis minyak senior Kpler, Naveen Das, mengatakan sebagian besar perusahaan pelayaran masih menerapkan pendekatan wait and see.

Menurut dia, banyak pemilik kapal dan perusahaan asuransi belum siap mengambil risiko menjadi pihak pertama yang kembali melintasi jalur tersebut.

Ancaman Ranjau Laut Belum Hilang

Kendala lain adalah dugaan masih adanya ranjau laut di sejumlah titik perairan sekitar Selat Hormuz. Selama konflik, Iran sempat mengancam akan menempatkan ranjau laut untuk menghalangi akses pelayaran.

Sejumlah otoritas maritim internasional juga telah mengeluarkan peringatan terkait objek mencurigakan yang diduga merupakan ranjau.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru