⌂ Beranda News Studi: Status Pernikahan Berkaitan dengan Risiko Kanker pada Orang Dewasa

Studi: Status Pernikahan Berkaitan dengan Risiko Kanker pada Orang Dewasa

Studi: Status Pernikahan Berkaitan dengan Risiko Kanker pada Orang Dewasa
Ilustrasi pasangan menikah dan kesehatan
A A Ukuran Teks16px

Risiko terkena kanker pada orang dewasa ternyata berkaitan erat dengan status pernikahan. Hal ini diungkap dalam studi terbaru yang dipublikasikan di jurnal Cancer Research Communications.

Penelitian tersebut menganalisis data delapan tahun dari empat juta kasus kanker di 12 negara bagian Amerika Serikat. Hasilnya menunjukkan perbedaan signifikan antara individu yang menikah dan yang lajang.

>>> PT Agrinas Palma Nusantara Jajaki Kerja Sama Biomassa dengan Korsel

Pria lajang memiliki kerentanan mengidap kanker 70 persen lebih tinggi dibandingkan pria menikah.

Sementara itu, risiko bagi wanita yang belum menikah mencapai 85 persen, termasuk lonjakan kasus kanker serviks hampir tiga kali lipat.

Pengaruh Pola Hidup dan Dukungan Sosial

Dr. Paulo Pinheiro, peneliti utama dari University of Miami’s Miller School of Medicine, menegaskan bahwa temuan ini bukan berarti orang harus menikah untuk mencegah kanker.

"Pesan utamanya bukanlah bahwa orang harus menikah untuk mencegah kanker," ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa sebagian besar penelitian sebelumnya berfokus pada kondisi pasien setelah diagnosis. Studi ini justru melihat keterkaitan status hubungan dengan risiko awal kemunculan kanker.

Lorna H. McNeill dari The University of Texas MD Anderson Cancer Center menambahkan bahwa orang yang tidak menikah lebih berisiko melakukan kebiasaan tidak sehat.

"Seperti merokok, penggunaan alkohol, dan pola makan yang buruk," jelasnya.

>>> FBI Operasikan Cyber Range untuk Simulasi Serangan Siber di Alabama

Menurut McNeill, interaksi sosial dalam hubungan yang berkomitmen dapat menekan isolasi sosial. Hal ini berkontribusi pada penurunan risiko kanker.

Dr. Ketan Thanki, ahli bedah kolorektal di MemorialCare Todd Cancer Institute, menyebutkan bahwa pria yang menikah 20 persen lebih mungkin menjalani kolonoskopi.

"Dorongan dari lingkungan sosial dan keluarga memberikan pengaruh positif," ungkapnya.

Dr. Namrata Vijayvergia dari Fox Chase Cancer Center menambahkan bahwa pernikahan dikaitkan dengan pola gaya hidup yang lebih sehat.

"Orang yang menikah mungkin lebih merawat kesehatannya," katanya.

Dr. Nicholas Hornstein dari Northwell’s Lenox Hill Hospital mengingatkan agar tidak terburu-buru mencari pasangan hanya karena takut kanker.

"Saya rasa kamu tidak perlu membuka aplikasi kencan karena ingin mengurangi risiko kanker," ujarnya.

>>> Purbaya Yudhi Sadewa Siapkan Panda Bond di China untuk Perkuat Pembiayaan

Para peneliti menekankan pentingnya pencegahan mandiri bagi mereka yang tidak memiliki pasangan. Langkah-langkah seperti skrining rutin, mengurangi faktor risiko, dan tetap terlibat dengan perawatan kesehatan sangat dianjurkan.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru