⌂ Beranda News PT Agrinas Palma Nusantara Jajaki Kerja Sama Biomassa dengan Korsel

PT Agrinas Palma Nusantara Jajaki Kerja Sama Biomassa dengan Korsel

PT Agrinas Palma Nusantara Jajaki Kerja Sama Biomassa dengan Korsel
Ilustrasi biomassa kelapa sawit
A A Ukuran Teks16px

PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) tengah menjajaki kerja sama dengan konsorsium asal Korea Selatan, Hwasung Tech-Win Co., Ltd., dalam pemanfaatan biomassa kelapa sawit.

Penjajakan ini difokuskan pada pengolahan tandan buah kosong atau empty fruit bunch (EFB). Komoditas tersebut berpotensi diolah menjadi biochar, biopellet, pupuk berbasis karbon, dan biodiesel.

>>> FBI Operasikan Cyber Range untuk Simulasi Serangan Siber di Alabama

Pertemuan tatap muka antara jajaran pimpinan kedua perusahaan berlangsung di Jakarta pada Rabu (17/6/2026). Dalam pertemuan itu, dibahas berbagai peluang pengembangan energi hijau.

Hwasung Tech-Win merupakan konsorsium yang bergerak di bidang rekayasa termal dan fasilitas lingkungan energi.

Komitmen Keberlanjutan dan Nilai Ekonomi

Direktur Utama PT Agrinas Palma Nusantara Mohammad Abdul Ghani mengatakan, penjajakan ini merupakan wujud komitmen perusahaan dalam menerapkan prinsip keberlanjutan dan mendongkrak nilai ekonomi sektor perkebunan.

"Pengembangan energi hijau dan pemanfaatan biomassa merupakan bagian dari upaya Agrinas Palma untuk menciptakan bisnis yang tidak hanya produktif secara ekonomi, tetapi juga memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat," ujar Abdul Ghani.

Agrinas Palma juga menyatakan keterbukaan untuk berkolaborasi dengan mitra internasional, mencakup tata kelola perkebunan hingga hilirisasi produk berorientasi ekspor.

>>> Purbaya Yudhi Sadewa Siapkan Panda Bond di China untuk Perkuat Pembiayaan

Pihak Korea Selatan menyambut baik potensi ini.

President Director Hwasung Tech-Win Co., Ltd., Lim Daetaeg, menilai teknologi mereka sesuai untuk diterapkan pada fasilitas pengolahan kelapa sawit milik Agrinas Palma.

"Kolaborasi tersebut diharapkan tidak hanya menghasilkan produk energi terbarukan, tetapi juga mendukung skema perdagangan karbon," kata Lim Daetaeg.

Kemitraan ini masih dalam fase awal.

>>> Rencana Tarif Impor Trump Berpotensi Tekan Saham Emiten Manufaktur

Kedua belah pihak tengah bersiap melakukan pertukaran informasi teknis, penyusunan proposal kerja sama, serta studi kelayakan untuk menentukan model bisnis yang paling tepat.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru