PT Republik Motor Internasional resmi menjalin kerja sama strategis dengan perusahaan manufaktur militer asal Perancis, Arquus.
Kemitraan ini bertujuan memperkuat kapasitas industri pertahanan dan mengembangkan produksi kendaraan taktis di dalam negeri.
>>> STIK Luluskan 289 Perwira Polri untuk Perkuat SDM
Perjanjian kerja sama ditandatangani oleh Chairman Republikorp Group Holding Norman Joesoef dan Presiden Arquus Thierry Renaudin.
Acara penandatanganan berlangsung dalam ajang Eurosatory 2026 di Paris, Perancis, pada Rabu (17/6/2026).
Kolaborasi ini mencakup transfer teknologi, penguatan kapasitas produksi, serta pengembangan rantai pasok lokal yang mandiri. Langkah ini diharapkan mendukung mobilitas pasukan TNI di wilayah kepulauan Indonesia.
Fokus pada Kemandirian Industri Pertahanan
Norman Joesoef menekankan bahwa kemandirian industri pertahanan tidak hanya dibangun melalui produk, tetapi juga penguasaan pengetahuan, teknologi, dan sumber daya manusia.
"Melalui kolaborasi ini, kami ingin memastikan semakin banyak kemampuan yang dapat tumbuh dan berkembang di Indonesia," ujarnya.
Pihak manajemen menambahkan bahwa langkah ini diambil untuk meningkatkan kompetensi manufaktur serta pemeliharaan jangka panjang kendaraan militer di dalam negeri.
>>> Barcelona Bidik Andrea Cambiaso untuk Perkuat Sektor Bek Sayap
Di sisi lain, upaya penguatan sektor pertahanan nasional ini berjalan di tengah tantangan alokasi pendanaan dari pemerintah pusat.
Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin mengungkapkan bahwa kementeriannya mengusulkan anggaran tahun 2027 sebesar Rp 667 triliun.
Namun, pagu indikatif yang disetujui Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan Bappenas hanya Rp 139 triliun.
"Kami juga harus mengikuti arahan yang sudah dikeluarkan oleh Bappenas dan Kementerian Keuangan bahwa pagu indikatif yang diberikan kepada anggaran pertahanan ini adalah Rp 139 triliun," jelas Sjafrie.
Untuk menutup selisih anggaran tersebut, Kementerian Pertahanan telah mengajukan usulan tambahan dana sebesar Rp 195 triliun melalui Komisi I DPR.
>>> Timnas Korea Selatan Boikot Media Usai Rekaman Hina Son Heung-min Bocor
Usulan ini akan diteruskan kepada Badan Anggaran DPR.