Kepolisian Polandia tengah menyelidiki kasus pembunuhan seorang seniman asal Rusia yang dikenal vokal mengkritik Presiden Rusia Vladimir Putin.
Korban ditemukan tewas setelah ditembak oleh pelaku tidak dikenal di wilayah Polandia.
>>> Kemenkeu Jajaki Penerbitan Sovereign Panda Bond di China
Jaksa Polandia mengonfirmasi bahwa korban bernama Robert Kuzovkov, atau yang lebih dikenal dengan nama samaran Semyon Skrepetsky.
Insiden penembakan fatal terjadi pada Senin (15/6) pagi waktu setempat di kota Biała Podlaska, sekitar 40 kilometer dari perbatasan Belarusia.
Pria berusia 44 tahun itu mendapatkan lima tembakan di bagian kepala, dada, dan punggungnya.
Penyerangan berlangsung di area parkir mobil yang berjarak sekitar 600 meter dari kantor konsulat Belarusia.
Kronologi Penembakan
Menurut Marcin Kozak, juru bicara kantor kejaksaan distrik di Lublin, sang seniman awalnya didatangi oleh seorang pria pemegang senjata api yang langsung melepaskan dua tembakan.
Ketika korban jatuh ke tanah, pelaku mendekat dan menembakkan tiga tembakan lagi, lalu melarikan diri.
>>> Pendaki Yaman Tewas Terjatuh ke Kawah Gunung Berapi Sedalam 120 Meter
Robert Kuzovkov meninggal di tempat kejadian.
Polisi mengamankan lima selongsong peluru dan satu butir peluru jenis Geco 9mm Luger di lokasi.
Dua Warga Belarusia Ditahan
Aparat keamanan menahan dua warga negara Belarusia berusia 33 dan 37 tahun di sekitar area konsulat Belarusia di Biała Podlaska.
Peran kedua orang tersebut masih didalami oleh penyidik.
Kuzovkov menggunakan nama panggung Semyon Skrepetsky dalam membuat karikatur sindiran terhadap sejumlah tokoh politik, termasuk Vladimir Putin, Alexander Lukashenko, dan Ramzan Kadyrov.
>>> Maruti Suzuki Luncurkan Wagon R Bioflex Berbahan Bakar Etanol di India
Sebelum insiden, ia telah mendapatkan status suaka di Biała Podlaska setelah meninggalkan Rusia pada tahun 2021 karena khawatir akan penuntutan pidana.