Sebuah tips keamanan unik tengah viral di media sosial. Jika merasa direkam diam-diam dengan kacamata pintar, disarankan segera memutar lagu Disney.
Saran ini beredar luas di LinkedIn dan Threads. Hal ini merespons maraknya tren pengguna kacamata pintar Meta yang merekam orang tanpa izin.
>>> XL Ungguli Jaringan 5G Indonesia Versi Ookla Speedtest Awards H1 2026
Kasus terbaru adalah kreator konten Indonesia yang merekam usher di GIIAS 2026. Video itu diunggah dengan narasi 'cara deketin cewe'.
Taktik Copyright Hacking
Teori di balik saran ini disebut 'copyright hacking'. Jika lagu berhak cipta seperti milik Disney terdengar, sistem otomatis platform akan mendeteksinya.
Sistem seperti Content ID YouTube bisa memblokir video, membungkam suara, atau mengalihkan pendapatan iklan ke pemilik hak cipta.
Seorang pengguna X menulis dengan nada ironis, 'Karena musik Disney jauh lebih dilindungi ketimbang perempuan.'
Apakah Efektif?
Secara teori, memutar lagu Disney bisa membuat video sulit diunggah atau tidak menguntungkan. Namun, taktik ini tidak memberikan jaminan keamanan mutlak.
Platform sering hanya melakukan demonetisasi tanpa menghapus video. Perekam bisa mengedit video dengan memotong durasi, menghapus audio, atau menggunakan AI.
Celah terbesar adalah korban sering tidak sadar sedang direkam. Kacamata pintar seperti Meta Ray-Ban didesain mirip kacamata biasa.
>>> Panduan Kualifikasi Trail Run GTR Ultra 2026: Daftar dan Syarat
Banyak perempuan melaporkan merasa mengobrol biasa tanpa menyadari interaksi direkam untuk konten 'cara menggaet wanita'.
Polisi Pernah Gunakan Taktik Serupa
Penggunaan musik untuk menangkal kamera bukan hal baru. Polisi di AS pernah melakukannya.
Pada April 2022, polisi di Santa Ana memutar lagu Disney dari mobil patroli saat YouTuber merekam. Polisi mengaku agar perekam terkena pelanggaran hak cipta.
Insiden serupa terjadi di Beverly Hills dengan lagu The Beatles dan di Oakland dengan lagu Taylor Swift.
Respons Platform Masih Lambat
Platform mulai mengambil tindakan. Kepala Instagram, Adam Mosseri, menyatakan akan menghapus video yang mengeksploitasi orang lain.
Meta juga memblokir dua akun besar pengunggah konten pickup dengan lebih dari 1 juta pengikut.
>>> Xabi Alonso: Keseimbangan Senior-Junior Kunci Sukses Chelsea
Namun, moderasi bersifat reaktif. Sistem baru bergerak setelah video diunggah dan dilaporkan, sehingga korban mungkin sudah terlanjur viral.

