Prospek perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran sering kali hanya dibahas dari sisi politik dan keamanan. Namun, implikasi ekonominya juga sangat besar.
Meredanya ketegangan geopolitik berpotensi menurunkan geopolitical risk premium.
>>> Harga Emas Antam dan Pegadaian 17 Juni 2026 Kompak Menguat
Hal ini dapat memperbaiki sentimen pelaku usaha, menekan harga energi, dan mengarahkan kembali arus modal ke aset produktif di negara berkembang.
Dalam teori portfolio balance dan risk premium, penurunan ketidakpastian global mendorong investor mengalihkan portofolio dari aset aman ke negara dengan prospek pertumbuhan lebih baik.
Indonesia berada pada posisi menarik karena momentum eksternal ini bertepatan dengan reformasi domestik.
Menghitung Dividen Perdamaian
Tidak ada model ekonomi yang mampu memprediksi secara pasti dampak peristiwa geopolitik.
Namun, pengalaman historis menunjukkan meredanya konflik biasanya diikuti penurunan tekanan inflasi global, stabilisasi harga energi, dan membaiknya arus investasi.
Sebagai ilustrasi, apabila rupiah sebelumnya tertekan hingga sekitar Rp 18.190 per dolar AS, apresiasi 2–5 persen dapat membawanya ke kisaran Rp 17.826–Rp 17.281.
Jika momentum perdamaian diperkuat reformasi fiskal, kredibilitas kebijakan moneter, dan pendalaman sektor keuangan, penguatan secara konseptual dapat mencapai kisaran Rp 17.462–Rp 16.917.
Di pasar saham, apabila titik acuan menggunakan level IHSG sekitar 5.318 poin, pemulihan 5–10 persen berpotensi mendorong indeks ke kisaran 5.584–5.850 poin.
Dengan dukungan reformasi struktural dan meningkatnya kepercayaan investor, ruang penguatan dapat melebar hingga sekitar 5.743–6.116 poin.
Penurunan premi risiko juga berpotensi menekan imbal hasil SBN tenor 10 tahun sekitar 20–75 basis poin. Dengan demikian, biaya pembiayaan pemerintah dan dunia usaha menjadi lebih efisien.
Jika harga minyak Brent bertahan pada kisaran 60–70 dollar AS per barel, Indonesia berpeluang menikmati inflasi lebih rendah sekitar 0,2–0,5 poin persentase.
Tambahan pertumbuhan ekonomi sekitar 0,1–0,5 poin persentase juga mungkin terjadi dibandingkan skenario konflik berkepanjangan.
Angka-angka tersebut merupakan simulasi ilustratif, bukan proyeksi resmi. Namun, cukup menggambarkan besarnya potensi manfaat apabila stabilitas global bertemu dengan reformasi nasional yang konsisten.
