⌂ Beranda News Kemenperin Tingkatkan Kapasitas IKM Pangan Lewat Program IFI 2026

Kemenperin Tingkatkan Kapasitas IKM Pangan Lewat Program IFI 2026

Kemenperin Tingkatkan Kapasitas IKM Pangan Lewat Program IFI 2026
Ilustrasi pelaku industri kecil menengah (IKM) pangan di Indonesia
A A Ukuran Teks16px

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berupaya mendongkrak kemampuan Industri Kecil dan Menengah (IKM) bidang pangan melalui program Food Innovation 2026: Intermediate Product Edition.

Program ini bertujuan untuk menghadapi perubahan pola konsumsi masyarakat serta melonjaknya kebutuhan pangan olahan.

>>> KPK Usulkan Tambahan Anggaran Rp762 Miliar, DPR Minta Rp5 Triliun

Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, menyatakan bahwa melalui pembinaan tahunan ini, para pelaku usaha dipersiapkan untuk memproduksi produk antara berbasis bahan baku lokal.

Penguatan struktur sektor pengolahan komoditas ini dinilai strategis tidak hanya bagi pertumbuhan ekonomi, tetapi juga untuk menyokong kedaulatan logistik pangan di dalam negeri.

Pengembangan Produk Antara

Kemenperin merancang pelatihan intensif agar pengolahan bahan baku lokal dapat menembus jangkauan pasar yang jauh lebih luas.

Hal ini sejalan dengan pernyataan Menteri Agus Gumiwang bahwa penguatan industri pangan nasional perlu dilakukan secara menyeluruh.

Pendekatan melalui pengembangan produk antara (intermediate product) dianggap sebagai salah satu cara untuk menjawab tantangan yang dihadapi IKM pangan, seperti keterbatasan inovasi, legalitas, standardisasi, dan ketidakstabilan pasokan bahan baku.

>>> Prodia Digital Luncurkan Fitur Pembayaran U-aang Bersama blu by BCA Digital

Produk setengah jadi ini diproyeksikan mampu menekan potensi kerugian akibat bahan baku yang cepat rusak di pasar domestik.

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka, Reni Yanita, menambahkan bahwa intermediate product memiliki akses ke pasar B2B yang lebih luas dan berkelanjutan.

Sektor pengolahan menyumbang kontribusi sebesar 19,10 persen terhadap Produk Domestik Bruto pada Triwulan I tahun 2026, dengan pertumbuhan 5,04 persen.

Sektor ini menjadi motor penggerak terbesar di industri manufaktur dan membukukan nilai ekspor hingga 3,16 miliar dollar AS pada Maret 2026.

>>> Investor Asing Borong Saham GOTO, Manajemen Siapkan Rencana Buyback Rp 3,5 T

Meskipun IKM pangan mendominasi populasi usaha nasional dengan 2,07 juta unit atau 46,63 persen dari keseluruhan IKM, pelaku usaha kecil masih menghadapi berbagai kendala.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru