Mantan Perdana Menteri Spanyol Jose Luis Rodriguez Zapatero mulai diadili di Pengadilan Audiencia Nasional Madrid pada Rabu (17/6/2026).
Ia menjadi mantan kepala pemerintahan pertama dalam sejarah Spanyol yang berstatus tersangka perkara korupsi.
>>> Pemprov Jateng Raih Penghargaan KPK untuk E-Learning ASN Berintegritas
Zapatero dituduh menerima suap dan melakukan perdagangan pengaruh setelah masa jabatannya berakhir.
Dana Talangan Maskapai Plus Ultra
Penyelidikan resmi yang dimulai bulan lalu berfokus pada peran Zapatero dalam pencairan dana talangan senilai 53 juta Euro (sekitar Rp 1 triliun) untuk maskapai Plus Ultra pada 2021.
Selain itu, kepolisian menemukan perhiasan dan jam tangan mewah senilai 1,3 juta Euro di kantornya.
Temuan itu memicu penyelidikan atas dugaan penipuan pajak serta penyelundupan.
Hakim penyidik Jose Luis Calama menyatakan bahwa Zapatero diduga mengendalikan struktur terorganisasi dan menggunakan jalur keuangan rahasia untuk menyembunyikan uang suap.
Kubu Zapatero mengklaim barang mewah tersebut merupakan warisan keluarga.
>>> GoPay Hadirkan Fitur Kartu Ucapan Ulang Tahun Personal
Perdana Menteri petahana Pedro Sanchez menyatakan dukungan penuh kepada mentor politiknya itu.
Kasus ini memberikan tekanan politik besar bagi pemerintahan sayap kiri Spanyol yang dipimpin Sanchez.
Reputasi domestik Sanchez terus tergerus akibat serangkaian investigasi korupsi yang juga membidik lingkaran keluarga dan kerabat dekatnya.
"Yang dipertaruhkan adalah reputasi seseorang yang telah menjadi panutan moral Pedro Sanchez dan Partai Sosialis saat ini," kata profesor Ilmu Politik Universitas Valencia, Astrid Barrio, kepada AFP.
Zapatero secara konsisten membantah seluruh dakwaan yang diarahkan kepadanya.
>>> Universitas Telkom Edukasi Siswa SD Purbalingga tentang Energi Surya
Proses persidangan di Madrid diproyeksikan akan terus bergulir untuk mendalami bukti aliran dana tidak transparan tersebut.