⌂ Beranda News Premi Asuransi Pengangkutan Barang Turun 12,6 Persen pada Kuartal I-2026

Premi Asuransi Pengangkutan Barang Turun 12,6 Persen pada Kuartal I-2026

Premi Asuransi Pengangkutan Barang Turun 12,6 Persen pada Kuartal I-2026
Kapal kargo di pelabuhan
A A Ukuran Teks16px

Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) mencatat pendapatan premi asuransi pengangkutan barang atau marine cargo merosot 12,6 persen sepanjang kuartal I-2026.

Penurunan ini disebabkan oleh volume impor industri yang menurun akibat konflik geopolitik di Timur Tengah yang mengganggu jalur transportasi laut menuju Selat Hormuz.

>>> Presiden Korsel Minta Trump Mediasi Perdamaian dengan Korut

Data realisasi menunjukkan perolehan premi marine cargo hingga Maret 2026 hanya mencapai Rp 1,49 triliun, menyusut dari Rp 1,70 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara itu, nilai klaim asuransi pengangkutan barang justru meningkat 6,7 persen secara tahunan menjadi Rp 357 miliar, dibandingkan Rp 335 miliar pada kuartal pertama tahun lalu.

Penyebab Penurunan Premi

Ketua Umum AAUI Budi Herawan menjelaskan bahwa ketegangan geopolitik global belum memengaruhi tarif premi domestik.

"Preminya si begitu-begitu saja, persaingannya makin tajak kok," kata Budi Herawan.

Daya beli masyarakat dan kondisi ekonomi makro menjadi faktor penentu dalam penetapan tarif premi di sektor ini.

"Bagaimana mau menaikan premi yang proper kalau tidak ada daya belinya, itu kan antara supply dan demand," imbuhnya.

Konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran secara langsung menghambat pasokan komoditas vital ke Indonesia.

Hambatan transportasi laut di Selat Hormuz berdampak pada ketersediaan minyak bumi yang menjadi bahan baku utama bagi operasional berbagai pabrik di Tanah Air.

"Sehingga ini memang kalau kita lihat jelas bahwa impor kita signifikan turun, sehingga memang asuransi marine cargo ini kena hit, khususnya yang di perminyakan dan yang juga bermain di bahan baku itu banyak sekali, yang ekspor juga begitu," ucap Budi Herawan.

Selain impor bahan baku, aktivitas perdagangan internasional Indonesia ke luar negeri juga mengalami hambatan serupa.

Hambatan logistik ini mengakibatkan terhentinya pengiriman pasokan material industri dari korporasi domestik ke kawasan Timur Tengah.

Situasi tersebut berujung pada ketidakseimbangan rasio keuangan industri asuransi.

>>> Shin Tae-yong Ungkap Alasan Tolak Klub Jepang dan China Demi Persija Jakarta

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru