Bank of Japan (BOJ) menaikkan suku bunga acuan sebesar seperempat poin persentase menjadi 1 persen pada Selasa, 16 Juni 2026.
Langkah ini diambil untuk mengantisipasi lonjakan inflasi yang dipicu oleh kenaikan harga energi akibat perang di Timur Tengah.
>>> RCTI Tayangkan Terikat Janji Episode 74 Malam Ini, Pengungkapan Penyamaran Sena
Kenaikan suku bunga overnight tanpa agunan dari 0,75 persen tersebut membawa bunga acuan Jepang ke level tertinggi dalam 31 tahun terakhir, sejak 1995.
Keputusan ini merupakan bagian dari upaya normalisasi kebijakan moneter setelah dua dekade suku bunga mendekati atau di bawah nol persen untuk melawan deflasi.
Tekanan inflasi akibat perang di Iran telah melambungkan harga minyak mentah dalam beberapa bulan terakhir.
Hal ini berdampak besar bagi Jepang karena negara tersebut mengimpor hampir seluruh kebutuhan minyak dan gasnya.
Ditambah lagi, nilai tukar yen melemah hingga menyentuh sekitar 160 yen per dolar AS.
Bank sentral menyatakan bahwa perekonomian telah pulih, namun kenaikan harga minyak mentah akibat situasi di Timur Tengah akan menekan laba perusahaan dan pendapatan rumah tangga.
Kendati demikian, ekonomi diproyeksikan tetap tumbuh moderat berkat langkah-langkah pemerintah dan aktivitas bisnis swasta.
Pihak bank memperingatkan perlunya pengawasan ketat terhadap perkembangan di Timur Tengah, pasar keuangan, serta permintaan global terkait kecerdasan buatan (AI).
Gubernur BOJ Absen karena Sakit
Gubernur Bank of Japan, Kazuo Ueda, absen dalam rapat dewan kebijakan karena menjalani perawatan di rumah sakit akibat kista hati yang terinfeksi.
Posisinya dalam konferensi pers digantikan oleh Deputi Gubernur Shinichi Uchida, yang menegaskan bahwa ketidakhadiran Ueda tidak memengaruhi proses pengambilan keputusan.
Uchida menyatakan bahwa kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz telah mengurangi risiko bagi ekonomi Jepang, meskipun situasi ke depan masih belum pasti.
"We don’t know what will happen next," kata Uchida.
Uchida menambahkan bahwa harga-harga secara umum mulai stabil di tingkat target inflasi bank sebesar 2 persen, walaupun ketidakpastian akibat perang di Iran tetap membayangi.