FIFA menerapkan aturan wajib jeda hidrasi selama tiga menit pada setiap babak di seluruh 104 pertandingan Piala Dunia 2026.
Kebijakan ini langsung menuai kontroversi karena dinilai merusak ritme permainan dan sarat kepentingan komersial televisi.
>>> PKB Instruksikan Pengurus Daerah Buka Dialog Mahasiswa Soal Program Presiden
Jeda hidrasi dilakukan pada menit ke-22 dan ke-67 setiap pertandingan. Dampaknya langsung terasa pada laga pembuka Grup F di Dallas, saat Belanda ditahan imbang Jepang 2-2.
Kapten Timnas Belanda, Virgil van Dijk, mengkritik aturan ini karena mengganggu aliran pertandingan di stadion modern ber-AC seperti Stadion AT&T.
Ia menyoroti kemunculan blok iklan di layar kaca setiap kali jeda berlangsung.
"Saya pikir jeda untuk minum sangat menarik. Saya jelas menonton hampir semua pertandingan sampai hari ini," ujar Van Dijk.
Ia menambahkan bahwa kebijakan ini seharusnya disesuaikan dengan kondisi riil di lapangan, bukan dipukul rata.
Mantan kapten Manchester United, Roy Keane, yang menjadi analis di New York, mendukung keresahan Van Dijk. Menurutnya, penghentian ini merusak intensitas sepak bola yang dikenal cepat dan dinamis.
"Kita berada di Amerika Serikat. Jadi ini semacam time-out.
Meskipun FIFA mencoba mengemasnya sebagai jeda minum," kata Keane. Ia juga menyoroti bagaimana tayangan televisi mulai mengadopsi istilah dari olahraga Amerika Utara.
Gary Neville, rekan komentator Keane, mendesak FIFA agar aturan ini tidak disalahgunakan pelatih untuk mengubah taktik. "Pelatih tim nasional seharusnya tetap duduk di bangku cadangan.
Saya tidak mengerti mengapa FIFA tidak lebih tegas," cetus Neville.
Mantan pemain Manchester City, Micah Richards, melihat pergeseran fungsi jeda hidrasi menjadi momentum krusial bagi tim teknis.
"Kalau jedanya tiga menit dan pelatih tidak diizinkan berbicara dengan timnya, itu baru beda. Tapi Anda lihat para pemain langsung menghampiri pelatih dan diberi taktik.
Ini seperti game changer," tuturnya.
Tudingan bahwa FIFA mengabaikan aspek olahraga demi komersial juga ramai di media sosial.