⌂ Beranda News Singapura Tetap Kreditur Terbesar Indonesia dengan Utang Rp929,93 Triliun

Singapura Tetap Kreditur Terbesar Indonesia dengan Utang Rp929,93 Triliun

Singapura Tetap Kreditur Terbesar Indonesia dengan Utang Rp929,93 Triliun
Grafik utang luar negeri Indonesia dari Singapura
A A Ukuran Teks16px

Singapura masih mempertahankan posisinya sebagai kreditur terbesar bagi Indonesia.

Hingga April 2026, nilai utang luar negeri (ULN) Indonesia dari negara tersebut mencapai 52,184 miliar dollar AS atau setara Rp929,93 triliun.

>>> Harga Emas Antam 18 Juni 2026 Anjlok Rp 30.000 per Gram

Jumlah pinjaman dari Singapura jauh melampaui negara-negara kreditur utama lainnya.

Data ini tercantum dalam Statistik Utang Luar Negeri Indonesia (SULNI) edisi Juni 2026 yang dirilis Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia.

Secara kumulatif, total ULN Indonesia berdasarkan asal pemberi pinjaman mencapai 207,097 miliar dollar AS pada April 2026.

Angka ini naik dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar 205,988 miliar dollar AS.

Dominasi Singapura dan Pergeseran Peta Kreditur

Dominasi Singapura bukanlah hal baru. Dalam satu dekade terakhir, porsi pinjaman dari negara tersebut relatif stabil di kisaran 50-60 miliar dollar AS.

Pada 2013, utang Indonesia ke Singapura tercatat 49,830 miliar dollar AS, lalu melonjak ke 69,366 miliar dollar AS pada 2019.

Angka tersebut kemudian menyusut secara bertahap hingga mencapai 52,184 miliar dollar AS pada April 2026.

Tingginya kontribusi Singapura dipengaruhi perannya sebagai pusat finansial regional.

Banyak korporasi multinasional dan lembaga keuangan global berkantor pusat di sana, sehingga arus dana ke Indonesia tercatat atas nama Singapura.

Porsi utang dari Singapura menyumbang sekitar seperempat dari total ULN Indonesia yang mencapai 207,097 miliar dollar AS.

>>> Inggris Kalahkan Kroasia 4-2 di Piala Dunia 2026 Berkat Kebangkitan Babak Kedua

Amerika Serikat, China, dan Jepang di Posisi Berikutnya

Amerika Serikat menempati urutan kedua dengan nilai ULN sebesar 27,989 miliar dollar AS atau Rp498,34 triliun per April 2026.

Jumlah ini meningkat dibandingkan April 2025 yang sebesar 27,614 miliar dollar AS.

China berada di posisi ketiga dengan pinjaman 25,435 miliar dollar AS atau Rp452,83 triliun. Angka ini melonjak tajam dari 6,158 miliar dollar AS pada 2013.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru