⌂ Beranda News BAIC Indonesia: Kenaikan BBM Non-Subsidi Ubah Preferensi Konsumen ke Mobil Irit

BAIC Indonesia: Kenaikan BBM Non-Subsidi Ubah Preferensi Konsumen ke Mobil Irit

BAIC Indonesia: Kenaikan BBM Non-Subsidi Ubah Preferensi Konsumen ke Mobil Irit
BAIC X55 dengan klaim konsumsi BBM 14,4 km per liter
A A Ukuran Teks16px

PT BAIC Motor Indonesia memproyeksikan lonjakan harga bahan bakar minyak non-subsidi akan menggeser preferensi masyarakat dalam memilih kendaraan baru.

Pertimbangan konsumen yang semula berfokus pada aspek desain serta performa kini diprediksi beralih pada tingkat efisiensi konsumsi bahan bakar.

>>> Rupiah Melemah ke Rp 17.856 per Dollar AS Jelang Pengumuman RDG BI

Chief Operating Officer (COO) BAIC Indonesia Dhani Yahya menjelaskan bahwa situasi tersebut membuka peluang bagi produk yang relevan dengan kebutuhan pemakaian sehari-hari.

"Kalau dari kami tentu ini menjadi peluang. Kenapa kami melihatnya sebagai peluang, karena ada dua hal yang perlu diperhatikan," kata Dhani Yahya.

Ia menerangkan bahwa fungsi mobil sebagai kendaraan utama dalam rumah tangga menuntut operasional yang efisien, terutama ketika pengeluaran jangka panjang ikut meningkat.

"Pertama mobil bisa menjadi kendaraan pertama dalam sebuah rumah tangga. Artinya, mobil ini dapat digunakan sebagai kendaraan harian.

Kalau bicara mobil harian, tentu harus punya efisiensi yang baik," ujar Dhani.

Menurutnya, masyarakat kini cenderung lebih kalkulatif mengenai biaya pengisian bahan bakar sebelum memutuskan pembelian akibat adanya dinamika geopolitik global.

"Kami tentu tidak bersyukur dengan kondisi harga bahan bakar yang mahal, karena itu bukan sesuatu yang kami harapkan.

Namun, kami harus melihat bagaimana cara bertahan di situasi seperti ini. Konsumen juga perlu lebih cermat dalam memilih kendaraan," kata Dhani.

>>> Kate Middleton Tampil Memukau dengan Gaun Kuning Roksanda di Royal Ascot 2026

Ia menambahkan bahwa meskipun kondisi geopolitik membaik, harga biasanya butuh waktu tiga hingga enam bulan untuk kembali normal.

Kendati dihadapkan pada ketidakpastian harga, mobilitas masyarakat yang tinggi untuk perjalanan dalam maupun luar kota dinilai tetap memerlukan solusi kendaraan hemat energi.

"Sementara itu, aktivitas masyarakat dan kebutuhan mobilitas tidak bisa ditunda.

Karena itu, konsumen akan mencari kendaraan yang bisa memenuhi kebutuhan mereka, termasuk untuk perjalanan luar kota dengan efisiensi yang tetap terjaga," jelas Dhani.

Saat ini BAIC Indonesia menyediakan model X55 dengan klaim konsumsi bahan bakar 14,4 kilometer per liter serta varian hybrid BJ30 HEV bertenaga 403 Tk.

"For X55, konsumsi bahan bakarnya relatif cukup baik menurut saya (klaim pabrikan, yakni 6,9 liter per 100 km atau 14,4 km per liter)," kata Dhani.

Sistem penggerak roda FWD dan AWD pada varian hibrida tersebut dirancang untuk mengakomodasi efisiensi optimal jarak jauh.

"Sementara BJ30 hybrid bisa mencapai sekitar 18–20 km per liter.

>>> Manchester United Batasi Harga Transfer Mateus Fernandes Maksimal 70 Juta Pounds

Dengan tangki penuh berkapasitas 59 liter, mobil ini bahkan bisa menempuh sekitar 1.000 km untuk perjalanan luar kota," pungkas Dhani.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru