⌂ Beranda News Timnas Inggris Kalahkan Kroasia Usai Perubahan Strategi Thomas Tuchel

Timnas Inggris Kalahkan Kroasia Usai Perubahan Strategi Thomas Tuchel

Timnas Inggris Kalahkan Kroasia Usai Perubahan Strategi Thomas Tuchel
Thomas Tuchel melatih Timnas Inggris di Piala Dunia 2026
A A Ukuran Teks16px

Tim nasional Inggris sukses menundukkan Kroasia dengan skor 4-2 dalam laga pembuka Piala Dunia 2026 di Stadion AT&T, Dallas.

Kemenangan ini diraih setelah pelatih Thomas Tuchel melakukan intervensi taktik penting pada jeda pertandingan saat kedudukan imbang 2-2.

>>> BYD M6 DM Hadir di Indonesia, PHEV 7-Seater Mulai Rp 298 Juta

Intervensi tersebut mengubah performa tim secara drastis pada babak kedua, sebagaimana dilansir dari laporan The Athletic.

Memasuki ruang ganti dengan kondisi tegang akibat gol telat Kroasia, Tuchel memilih menenangkan skuadnya alih-alih melempar kritik keras.

Mantan pelatih Bayern Munchen tersebut memberikan waktu bagi para pemain untuk mengatur napas sebelum menyampaikan instruksi.

Tuchel menegaskan bahwa pandangannya tidak akan berubah meski Inggris kalah, karena masih ada dua laga sisa di fase grup untuk memperbaiki situasi.

Dalam momen itu, Tuchel menuntut keberanian anak asuhnya untuk bermain agresif dan proaktif sesuai identitas yang dibangunnya.

Pendekatan ini berbeda dengan asisten pelatih Anthony Barry yang mengkritik permainan babak pertama sebagai performa yang rumit dan membingungkan saat memegang bola.

>>> Adrien Rabiot Kritik Keras Kualitas Rumput Stadion Final Piala Dunia 2026

"Perlihatkan kepada dunia siapa kita dan seperti apa tim ini bisa bermain," kata Thomas Tuchel, Pelatih Timnas Inggris.

Instruksi tersebut memicu transformasi total karena Inggris langsung melepaskan sembilan tembakan pada 12 menit pertama babak kedua.

Secara keseluruhan, Harry Kane dan kolega mencatatkan 22 percobaan tembakan dengan nilai harapan gol (xG) mencapai 2,8.

Gaya main agresif dengan intensitas tinggi ini menjadi pembeda dibanding era Gareth Southgate yang cenderung berhati-hati.

Tuchel yang menjabat sejak Oktober 2024 memang menginginkan Inggris bermain dengan pressing ketat layaknya klub papan atas kompetisi domestik mereka.

Kendati menang meyakinkan, lini belakang Inggris menyisakan catatan evaluasi setelah kebobolan dua gol oleh serangan Kroasia.

>>> Jalur Pelayaran Langsung Wuhan-Indonesia Perkuat Konektivitas Tiongkok Tengah

Tantangan berikutnya bagi taktik menekan milik Tuchel adalah konsistensi permainan di stadion terbuka yang dinilai akan menghadapi cuaca panas musim panas Amerika Serikat.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru