Pencemaran lingkungan mengancam kawasan pesisir Pantai Sukaresik di Kecamatan Sidamulih, Kabupaten Pangandaran, setelah sebuah kapal tongkang bermuatan 80.000 ton batu bara karam dan menyebabkan air laut berubah menjadi hitam.
Tumpahan material batu bara seukuran koral dan kelereng kini telah meluber serta berserakan di sepanjang garis pantai akibat terbawa arus laut.
>>> DPR Minta Pemerintah Cermati Penurunan Harga Minyak Dunia
Insiden ini bermula saat kapal tongkang yang ditarik oleh Tugboat Titan 33 dari Palembang menuju Cilacap mengalami kebocoran, hingga akhirnya terdampar di Pantai Batukaras pada Selasa (17/6/2026).
Dekat dengan Wisata dan Konservasi Penyu
Lokasi karamnya kapal dinilai rawan karena berada dekat dengan destinasi wisata Pantai Batuhiu serta pusat konservasi penyu yang berpotensi terdampak langsung oleh polusi batu bara.
>>> Polres Dumai Tangkap Penyedia Jastip Bawa Sabu Lima Kilogram
Kondisi kapal yang sudah dalam posisi miring di tepi pantai saat ini menjadi pusat perhatian dan tontonan warga setempat yang datang untuk berswafoto di sekitar lokasi kejadian.
>>> Lokasi Kampung Betawi di Jakarta Fair Kemayoran Dikritik Netizen
Meskipun otoritas berwenang belum memasang garis polisi di area terdampak, pengamanan ketat segera dilakukan di sekitar lokasi oleh personel gabungan dari Satpolairud Polres Pangandaran bersama unsur TNI.