Masa depan Ade Suhendra sebagai pelatih kepala Adhyaksa FC belum jelas meski timnya dipastikan promosi ke Super League musim 2026/2027.
Kepastian status kepelatihannya kini berada di tangan manajemen klub dan terganjal regulasi kompetisi.
>>> Yusuf Meilana Akhiri Pengabdian Sembilan Tahun di Persik Kediri, Gabung Persebaya
Dilansir dari Bola pada Rabu (17/6/2026), Ade Suhendra mengonfirmasi situasi tersebut saat mengikuti kursus kepelatihan AFC Pro di Bali.
"Saya belum berbicara ke situ, karena semua keputusan ada di manajemen dan juga permasalahan regulasi kepelatihan," kata Ade Suhendra.
Langkah profesional terakhir yang dilakukan Ade Suhendra adalah menyodorkan daftar nama pemain yang dinilai layak bersaing di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Kebijakan pelepasan sekitar 40 persen penggawa lama diambil demi menghindari penumpukan skuat lokal karena regulasi kuota legiun asing yang longgar.
"Dikarenakan Super League bisa memakai 11 pemain asing, saya merekomendasikan 9 pemain DSP yang selalu menjadi pilihan utama, dan tujuh pemain lainnya," ungkapnya.
Ia menambahkan, "Saya pikir jika pemain lokal banyak dipertahankan akan terjadi penumpukan. Dengan terpaksa beberapa pemain tidak dipertahankan dan dilepas.
>>> Badan Gizi Nasional Hentikan Makan Bergizi Gratis Selama Libur Sekolah
Kita pertahankan sekitar 60 persen."
Perjalanan Promosi Adhyaksa FC
Keberhasilan Adhyaksa FC menembus peringkat ketiga Liga 2 sekaligus mengamankan tiket promosi merupakan pencapaian luar biasa.
Klub yang merangkak dari Liga 3 ini mampu melintasi tantangan geografis yang berat dengan anggaran belanja yang efisien.
"Saya pikir luar biasa, karena kami memulai liga dengan bermain di Aceh melawan Persiraja dan mengakhiri liga dengan bermain away ke Papua melawan Persipura," tuturnya.
"Kami bukan tim yang jor-joran beli pemain dan budget besar. Alhamdulillah kami promosi ke Super League sebagai peringkat 3," pungkasnya.
Kolektivitas tanpa jarak menjadi fondasi utama yang dibangun tim kepelatihan selama mengarungi kompetisi kasta kedua.
>>> Widodo C Putro Tinggalkan Garudayaksa FC, Resmi Latih PSIS Semarang
"Kekeluargaan, tidak ada sekat antar pemain baik di luar dan di dalam lapangan. Mudah-mudahan bisa bersaing di musim pertama Super League," tutup Ade Suhendra.