⌂ Beranda News Kemnaker Ubah BPVP Jadi Mini Campus untuk Cetak SDM Industri

Kemnaker Ubah BPVP Jadi Mini Campus untuk Cetak SDM Industri

Kemnaker Ubah BPVP Jadi Mini Campus untuk Cetak SDM Industri
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli meresmikan transformasi BPVP menjadi Mini Campus
A A Ukuran Teks16px

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mempercepat perombakan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) di seluruh Indonesia menjadi Mini Campus.

Langkah strategis ini bertujuan mendongkrak kualitas tenaga kerja agar sesuai dengan kebutuhan riil sektor industri.

>>> BEI Bersiap Sambut IPO PRDL dan JELI pada Juli 2026

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli meresmikan langkah baru ini dalam kegiatan Strategi dan Kick-Off Transformasi BPVP di Bekasi, Jawa Barat, pada Rabu, 17 Juni 2026.

Ia menjelaskan bahwa upaya tersebut diharapkan mampu melahirkan ekosistem pengembangan kompetensi yang berjalan secara berkesinambungan.

"Nantinya, BPVP akan bertransformasi menjadi pusat pembelajaran vokasi yang terintegrasi, adaptif terhadap kebutuhan pasar kerja, dan mandiri," ujar Yassierli.

Pemerintah berkomitmen melengkapi pusat pembelajaran baru ini dengan prasarana mutakhir agar para lulusan memiliki keunggulan kompetitif di pasar kerja.

Transformasi ini menyasar kesiapan teknis sekaligus kemampuan berinovasi para peserta.

"Dengan dukungan sarana dan prasarana yang modern, BPVP akan mampu mencetak tenaga kerja yang tidak hanya terampil, tetapi juga inovatif, berdaya saing tinggi, dan siap diserap oleh dunia usaha maupun industri," kata Yassierli.

Target Serapan Lulusan 80 Persen

Kemnaker memasang target tinggi untuk mengukur efektivitas program ini di lapangan.

>>> Amazfit Luncurkan Cheetah 2 Pro dan Ultra untuk Pelari di Indonesia

Keterpakaian lulusan di berbagai sektor usaha menjadi indikator utama keberhasilan sistem Mini Campus tersebut.

"Saya menginginkan tingkat serapan hasil lulusan pelatihan vokasi di Mini Campus minimal 80 persen," tegas Yassierli.

Guna menjamin perluasan akses bagi masyarakat luas, puluhan ribu paket pelatihan bebas biaya telah disediakan melalui portal SIAPKerja.

Seluruh program tersebut dipastikan sudah terintegrasi dengan sertifikasi resmi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Darmawansyah menjelaskan bahwa kebijakan ini krusial untuk menjaga relevansi pelatihan dengan dinamika ekonomi nasional.

Penyesuaian ini menyangkut pembaruan mendasar pada pola operasional lembaga.

>>> UPT Stadion Pakansari Benahi Penerangan dan Keamanan Parkir

"Transformasi ini bukan hanya perubahan struktur, tetapi juga perubahan cara kerja, orientasi kerja dan budaya layanan," ujar Darmawansyah.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru